Imunomodulansia dan Imunostimulansia

 

https://kesehatankeluarga.netImunomodulansia

Zat-zat ini juga dinamakan biological response modifiers (BRM) dan berdaya memengaruhi secara positif reaksi biologis dari tubuh terhadap tumor. Fungsi system imun dapat distimulir dengan baik (imunostimulator) maupun ditekan olehnya (imuno-supresor).

Imunostimulansia.

System imun pada umumnya sudah sangat diperlemah oleh kanker sendiri serta penanganannya dengan sitostatika, radiasi atau pembedahan.

Imunostimulator secara tak langsung berkhasiat mereaktivasi system-imun rendah itu dengan meningkatkan respons-imun tak-spesifik terhadap sel tumor.

Banyak reaksi imun dicetuskan prosesnya, seperti stimulasi perbanyakan limfo T4, NK-cells dan makrofag, sedangkan pelepasan interferon dan interleukin ditingkatkan.

Sebagai efek akhir dari berbagai reaksi kompleks itu, sel-sel ganas dapat dikenali dan lalu ditanggulangi. Yang kini digunakan adalah sitokin dan levamisol, serta dalam terapi alternative sediaan-sediaan thymus dan antioksidansia tertentu.

Sitokin atau limfokin adalah protein kecil yang bertanggung jawab atas efek berbagai reaksi imun seluler. Sebagai contoh dapat disebut zat-zat interferon (IFN), interleukin (IL) dan tumor necrosis factor (TNF).

Hingga kini IFN-alfa dan IL-2 sudah mendapatkan tempat pada terapi kanker, IL 12 telah dites pada fase terakhir di beberapa pusat kanker, tetapi hasilnya mengecewakan. Kombinasi dari IFN dan IL-2 juga digunakan.

BACA:  Penyakit Yang Perlu di Tangani Dokter

TOPIK MENARIK LAINNYA

efek dari racun tikus, phenol glycerol, salep whitfield, Antimo campur kopi Hitam, Harga pipet di Apotik K24, efek samping neprholit, theramichin, cara mengatasi luka getah jambu mente, larutan burowi, penanganan mata terkena getah katus, Getah kaktus kena mata, Cara mengobati mata Terkena getah kaktus, anti nyeri kecelakaan, rohto cool untuk anak 3 tahun, ginjal minum yakult