Bagaimana Diare di Negara Berkembang

https://kesehatankeluarga.netDIARE

Ada orang yang setiap hari secara teratur buang air besar satu sampai tiga kali setiap dua atau tiga hari. Kedua hal itu dianggap normal. Bila buang-buang air dengan banyak cairan dan lebih sering dari lima kali sehari, keadaan demikian barulah dapat disebut diare.

 

Diare biasanya dimulai secara mendadak dan disertai mulas perut akibat kejang-kejang, dengan ada kalanya timbul perasaan mual. Diare sebetulnya merupakan mekanisme defensif dari tubuh untuk mengeluarkan zat-zat yang tidak diinginkan dari tubuh. Oleh karena pada dasarnya keadaan demikian tidak perlu diobati, kecuali pada situasi gawat, misalnya bila buang air 10 kali atau lebih sehari ataupun bila tinja mengandung lendir, darah/atau disertai muntah dan demam tinggi.

Dibanyak negara berkembang, termaksud Indonesia, diare (seperti juga penyakit cacing) merupakan masalah yang sangat sulit penanganannya berhubung tingkat hygiene yang belum memadai. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan, jika dinegara-negara tersebut diare tercatat sebagai salah satu penyebab kematian utama, khususnya pada anak kecil.

BACA:  Cara Merawat Radang Selaput Lendir Lambung

 

TOPIK MENARIK LAINNYA

Bahayakah jika anak kucing menelan karet dot, Bokep antara keluarga, Apakah ajinomoto termasuk obat bisul, tanduk kambing menusuk kepala, Tanggal kadaluarsa sirup marjan, cara mengeluarkan plastik dari perut sapi, insto campur kopi, kalpanax cair ditarik, cara beli pipet kaca di apotik, apa bedanya dramamine sama antimo, harga pipet tetes di apotik, pil erba, efek minum antimo 5 butir, kalpanax cair hilang dari peredaran, cara mengawetkan tanduk