Gangguan Kulit dan Jenis Obat-Obat Kulit

http://kesehatankeluarga.netGangguan-Gangguan Kulit

Gangguan-gangguan kulit banyak sekali terdapat di Indonesia dan setiap orang pernah dihadapi dengan gejala-gejala, air, panu, kutu air di kaki, kemerah- merahan, bengkak, gatal-gatal atau kulit yang berserpih, misalnya ketombe. Atau mengalami berbagai jenis cedera, misalnya luka lecet, luka potong, koreng (bernanah), bisul, luka bakar dan sengatan serangga.

Pada umumnya gejala-gejala tersebut  dapat diobati sendiri secara lokal dengan sediaan-sediaan berupa salep, krem, jel, kompres, lation atau semprotan (aerosal). Adakalanya juga melalui mulut sebagai tablet, kapsul atau serbuk, tetapi cara ini tidak akan dibahas dis ini, kecuali zat-zat antihistamin pada eksim.

Loading...

Dalam postingan ini diuraikan kemungkinan untuk penanganan sendiri gangguan kulit umum, seperti kulit kering, eksim luka bakar, bisul, kutil katimumul dan ketombe. Gangguan lainnya yang juga sering dijumpai, seperti gatal-gatal, jerawat, kutu air, dan kutu rambut akan dibicarakan dalam postingan tersendiri.

Sediaan Obat-Obat Kulit

Untuk pengobatan sendiri tersedia beberapa sediaan obat luar, dengan sifat-sifatnya tersendiri. Untuk mempermudah pilihan, di bawah ini diberikan suatu ikhtisar dari berbagai sediaan, cara pakai serta untung ruginya.

1Krim adalah bentuk yang paling banyak digunakan. Terdapat 2 jenis, yakni krim o/w, yang terdiri dari emulsi minyak (lebih banyak) dalam air dan krim w/o dari air (lebih banyak) dalam lemak. Karena tidak begitu kental, umumnya mudah dioleskan dan diserap oleh kulit tanpa meninggalkan bercak berlemak. Walaupun mengandung lemak, namun krem o/w mudah dicuci dengan air dan dapat diterima secara kosmetik. Sebaiknya krem jangan digunakan sekaligus terlalu banyak, tetapi dioleskan dengan saksama kedalam kuli. Krem w/o lebih bersifat lemak dan juga lebih “menutupi” kulit.

2Emulsi adalah campuran dari minyak nabati dan air, yang dibuat dengan bantuan suatu zat “pengikat” (emulgator). Tergantung dari banyaknya minyak, bentuk emulsi berkisar dari cairan encer sampai cairan kental. Emulsi layak digunakan pada kulit kering, tetapi kurang cocok untuk kulit yang berambut dan pada lipatan-lipatan kulit.

3Salep terdiri seluruhnya dari lemak dan sebagai dasar biasanya digunakan vaselin, lemak wol (adesp) atau campuran dari padanya. Lebih sukar diolesi pada kulit dan sukar pula di cuci dengan air, terutama dari rambut. Bersifat “menutupi” kulit dengan meninggalkan bercak berlemak. Oleh sebab itu secara kosmetik bentuk ini tidak menarik. Efek obat dalam salep bertahan lebih lama dari pada krem.

4Jel sama sekali tidak mengandung lemak karena khusus terdiri dari zat-zat yang mengembang dalam air menjadi suatu masa kental. Tampaknya bening, mengeringnya cepat tampak “menutupi” kulit. Dapat digunakan dengan baik pada kulit berambut. Keuntungan besar adalah, bahwa gel dengan mudah dapat dicuci seluruhnya dengan air.

5Lotion adalah larutan atau suspensi dari obat dalam air, adakalanya dengan tambahan alkohol. Lotion bekerja menyejukkan kulit berkat menguapnya cairan. Terutam digunkan untuk pengobatan permukaan badan yang luas dan lipatan-lipatan kulit (pada gatal-gatal), juga bagi kulit barambut (pada ketombe).

6Aerosol merupakan bentuk semprotan dari obat yang terlarut dalam alkohol atau pelarut lain. Keuntungannnya adalah penggunaannya yang hemat dan terarah, serta higienis. Sangat praktis untuk mengobati misalnya luka lecet karena tidak perlu di tutupi lagi dengan kasa.

7Serbuk tabur adalah campuran dari obat dengan talk, pati (amilum) atau tepung beras. Penggunaannya dapat disamakan dengan lotion, yakni untuk pengobatan permukaan tubuh yang luas dan lipatan – lipatan kulit, misalnya serbuk dengan mentol pada gatal-gatal seluruh badan akibat misalya cacar air. Serbuk tidak boleh ditaburkan pada luka terbuka.

8Kompres adalah cara penggunaan dengan kasa atau sehelai kain, yang dibasuh dengan suatu larutan. Sangat berguna pada gatal-gatal dan ruam yang berair.kerja baiknya berdasarkan efek menyejukkan pada tempat yang dikompres karena penguapan air, seperti halnya dengan lotion. Penyejukkan mengakibatkan penyempitan pembuluh darah kulit dan mengurangi rasa gatal. Pada rasa gatal yang hebat bahkan dapat digunakan kompres air es untuk memperkuat efeknya. Pada ruam bernanah, kompres lembab juga efektif untuk menyerap cairan tersebut.

Sebagai cairan kompres selain air dingin (es) dapat pula digunakan cairan lain, khususnya air burowi yang amat terkenal berhubung dengan kerja menurutnya (ekstringes). Sebaiknya kompres diganti 2-3 kali sehari.

Loading...