Manifestasi Klinis Virus Epstein Barr

By Najwa Mahesanti Categories: Penyakit

Virus Epstein-Barr

Virus Epstein-Barr (EBV) adalah virus yang menyebabkan kebanyakan kasus infeksi mononukleus (IM). Meskipun organism dapat dipengaruhi, IM biasanya ditandai dengan respons proliferasi jaringan limfoid dan organ-organ (nodus limfa, limfa, dan tonsil).

IM biasanya berdiri sendiri tetapi jarang dilaporkan adanya komplikasi sampai terjadi kematian. EBV juga berhubungan dengan limfoma Burkitt dan kanker nasofaring.

Infeksi primer sering tidak menunjukkan gejala pada anak yang lebih kecil, meskipun mungkin terjadi IM yang khas. IM paling sering didiagnosis pada kelompok  usia 15 sampai 25 tahun.

Penularan infeksi mononucleosis biasanya melalui kontak oral, sehingga disebut dengan kissing disease. Virus mungkin tetap ada dalam faring selama beberapa minggu atau bulan sehingga orang yang saat ini sakit mungkin sehat kembali dengan membawa penyakit ini.

Manifestasi klinis.

Manifestasi klinis awal biasanya meliputi demam, limfadenopati, atau faringitis. Selain itu, eritematosus samara tau erupsi makulopapular tampak pada tubuh dan ekstremitas proksimal pada tahap awal dari penyakit ini. Hepatosplenomegali adalah komplikasi yang biasa terjadi. Gejala mungkin tetap ada selama 2 sampai 3 minggu.

EBV dapat menimbulkan kondisi kronik yang ditandai dengan limfadenopati, hepatosplenomegali, dan pneumonitis. Masih dipertanyakan apakah EBV dapat menyebabkan gejala kelemahan kronik yang lain.