Gejala Nyeri Kepala Akibat Tekanan Pekerjaan

http://kesehatankeluarga.netNyeri Kepala Tegang

Nyeri kepala jenis ini paling sering (90%) terjadi akibat terlalu sibuk, bekerja di bawah tekanan waktu atau stres dalam waktu yang lama. Bila situasi ini berlangsung terlalu lama, maka ketegangan yang pada hakikatnya bersifat “sehat” menjadi beban yang berat.

Stres memengaruhi dan membebani organisme kita. Beban yang berlebihan dapat menimbulkan reaksi-reaksi fisik atau psikis (kejiwaan). Selain ketegangan umum tersebut di atas, masih dikenal banyak stres, antara lain: kesibukan tinggi untuk waktu yang lama, usaha untuk selalu bersprestasi baik, pemecatan dari pekerjaan kepindahan rumah, pembedahan dan kehilangan seorang yang dikasihi (suami, istri, anak).

Loading...

Gejala-gejala.

Keadaan stres mengakibatkan mudah tersinggung, iritasi, lelah, lesu dan sukar tidur. Reaksi tubuh terhadap stres dapat berupa kejangnya otot-otot dengan munculnya nyeri di kepala, tengkuk dan bahu, pernapasan dalam waktu yang lama (hiperventilasi), juga dalam tekanan darah tinggi dan debar jantung. Akibat lain yang sangat berbahaya dari keadaan stres yang berkepanjangan adalah menurunnya daya tahan tubuh dengan timbulnya kerentanan terhadap segala jenis infeksi. Hal ini disebabkan oleh produksi berlebihan dan hormon anak-ginjal (hidrokortison dan adrenalin) di bawah pengaruh stres yang berkepanjangan.

Reaksi psikis akibat stres dapat berupa ketegangan  berlebihan dan pengerutan di lapisan otot tipis, yang terletak di bawah kulit kepala, dengan akibat nyeri kepala tegang. Nyeri dirasakan terus-menerus di seluruh kepala, adakalanya seperti “bando ketat yang mengelilingi kepala”, tetapi tanpa denyutan-denyutan pembuluh.

Loading...