Kopi dan Kofein Sebagai Obat Kelelahan

https://kesehatankeluarga.netKopi dan kofein

 

Kopi mengandung kofein (4,5%) dan ± 23 zat-zat lain, antara lain protein, karbohidrat dan lemak. Kofein termaksud dalam kelompok zat perangsang otak yang berkhasiat meningkatkan hampir semua fungsi penting dari tubuh dan memobilisasi cadangan energy. Efek-efeknya berupa stimulasi kewaspadaan dan semangat, memperkuat dan mempercepat detak jantung dan pada umumnya meningkatkan tekanan darah.

 

Kofein terdapat dalam beberapa jenis minuman, misalnya Nescafe, the Lipton, Coca-cola dan Pepsi-cola. Karena daya kerjanya hanya singkat (3-4 jam), untuk mempertahankan efeknya diperlukan minum beberapa cangkir kopi dalam sehari. Tetapi terlalu banyak kofein dapat menimbulkan efek samping buruk, seperti jantung berdebar, gelisah dan sukar tidur. Oleh karena itu, sebaiknya minum kopi dibatasi sampai 3 cangkir dalam sehari. Orang yang biasa minum kopi banyak dapat menjadi “kebiasaan” dan selalu memerlukan lebih banyak lagi untuk memperoleh efek menyegarkan yang sama.

Dosis: kofein adakalaya dapat dibeli diapotik sebagai tablet dari 50 mg, yaitu kira-kira kandungan dari satu cangkir the kental. Juga terkombinasi dengan zat anti nyeri asetosal atau parasetamol dan obat anti migraine (ergotamin) untuk memperkuat daya kerjanya.

Perhatian! Penderita penyakit lambung dan tukak usus tidak boleh minum kopi atau obat yang mengandung kofein karena sifatnya yang meningkatkan produksi asam lambung.

BACA:  Efek Samping dan Dosis Asiklovir

TOPIK MENARIK LAINNYA

cara melarutkan kapur barus, benang mukosa positif, pipet kaca di alfamart, cara membuat serbuk gatal, bokeb di bawah umur, cara membius, perbedaan pabanox dan parasol, tanduk kambing menusuk kepala, nama obat yang menggunakan pipet kaca di apotik, antimo campur kopi, insto campur kopi, obat penumbuh daging di apotik, cara membuat obat bius dari antimo dan kopi, cara bikin obat bius cair dengan ctm, efek insto campur kopi