Vitamin C sebagai Obat Kolesterol Tinggi

kesehatankeluarga.netVitmin C (asama askorbat) terdapat dalam banyak sayuran dan terbanyak dalam paprika merah (150mg/100g), lebih sedikit dalam jenis-jenis kol (kemabang kol dan kol hijau 80 mg, kol putih 30mg/100g). Juga dalam singkong (34 mg), ubi rambat (24 mg) dan kentang ( 8 mg) dan berbagai jenis buah kiwi (70 mg), mangga dan jeruk (50 mg), grapefruit/jeruk nipis (40 mg) dan nenas (25 mg/100 g).

Asam ini mudah sekali diuraikan dan di in-aktifkan bila sayuran dimasak terlalu lama. Kekurangan vitamin C mengakibatkan skorbut, suatu penyakit ganas yang dahulu pada Zaman Pertengahan sering kali fatal bagi anak buah kapal.

Khasiatnya

Loading...

Vitamin C berguna meningkatkan HDL dan menstimulasi pelarutan kolesterol yang terendapkan pada dinding pembuluh dan meningkatkan transpornya ke hati. Vitamin C juga mendorong perombakannya menjadi asam empedu. Pada dosis tinggi (3 kali sehari 1-2 g) mampu mengaktifasi lekosit-lekosit tertentu yang berperan dalam daya tangkis tubuh dan mempercepat perbanyakan. Berkat sifat ini sering kali dianjurkan sebagai obat anti flu. selesma dan flu. Vitamin C juga bersifat antioksidan dan mampu mengikat radikal bebas (“free radicals”), yang diperkirakan dapat merusak sel-sel tubuh yang pada akhirnya mengakibatkan kanker.

Efek samping dari dosis tinggi adalah diare. Untuk menghindari iritasi lambung, vitamin C sebaiknya diminum sebagai garam kalsiumnya yang netral (kalsium askorbat) atau diminum setelah makan atau kapsul vitamin C lepas lambat. Risiko akan timbulnya batu ginjal yang sering kali dikhawatirkan, menurut penyelidikan belum pernah terjadi.

Dosis: umumnya 1 kali sehari 100 mg, untuk menurunkan kolesterol tinggi 1 kali sehari 500-1.000 mg dan untuk mempercepat sembuhnya influenza 3 kali sehari 1 g selam 3-4 hari.

Loading...