Gejala Virus Ebola

http://kesehatankeluarga.netVirus ebola adalah virus RNA, yang pada tahun 1995 mengakibatkan epidemic di Zaire setelah virus “tidur” selama 16 tahun. Ebola adalah nama suatu sungai di Zaire, di mana penyakit dideteksi untuk pertama kalinya di tahun 1979. Sampai sekarang belum diketahui vektornya, yaitu hewan perantara mana yang meneruskan virus kepada manusia.

Tetapi diduga bahwa cariernya adalah kelelawar, walaupun hewan ini sendirinya tidak memperlihatkan gejala penyakit. Mungkin sekali bahwa hewan ini sudah menyesuaikan diri dan sejak lama sudah menjadi pembawa virus tersebut.

Infeksi terjadi melalui kontak langsung dengan darah (seperti AIDS) atau dengan cairan tubuh lain (liur, kemih, feces, mani). Oleh karena itu, penyebarannya tidak semudah tbc dan influenza (melalui saluran pernafasan).

Risiko akan epidemic juga terbatas, karena penderita sudah meninggal dalam waktu 10 hari, dibandingkan dengan penderita AIDS yang masih dapat hidup bertahun-tahun dan berkesempatan menulari virus kepada orang lain.

Gejalanya berupa nyeri kepala, muka dan mata bengkak, ruam kulit, demam dan diare. Gejala ini disusul oleh perdarahan hebat dari semua liang tubuh dan organ-organ dalam, karena darah tidak membeku lagi. Fatal dalam beberapa hari bagi kebanyakan pengidap! Hingga kini belum ada obat terhadap infeksi virus ini.