Tag Archive | "Jenis Obat"

Jenis Obat Dokter dan Obat Khusus Untuk Mencegah Osteoporosis


Pengobatan oleh dokter

Untuk pengobatan sendiri tersedia hanya senyawa kalsium dan vitamin D, tetapi hanya sebagai obat tambahan. Untuk betul-betul lebih efektif guna meningkatkan kepadatan tulang, perlu dikombinasi dengan suatu obat resep, yakni zat bisfosfonat.

Senyawa bisfosfonat merupakan turunan dari pirofosfat alamiah yang berkhasiat menghambat perombakan tulang oleh osteoklas. Sekarang banyak digunakan turunannya seperti alendronat (fosamax), risedronat (actonel, 1996), ibandronat (bonviva,2004) dan klodronat (ostac).

Bagi para wanita postmenopause yang enggan minum obat secara periodic, tersedia obat Aclasta yang mengandung asam zoledronat, suatu turunan bisfosfonat yang diberikan melalui infuse intravena setahun sekali.

Senyawa lain yaitu strontium-ranelat (protelos, 2004) juga efektif terhadap osteoporosis post-menopause untuk mengurangi fraktur tulang punggung dan pangkal paha. Mekanisme kerjanya berdasarkan stimulasi pembentukan tulang dan penghambatan perombakannya oleh osteoklas.

Obat-obat tersendiri

1. Kalsium diasup dari makanan, antara lain susu, telur, gandum, dan sayur-mayur dan memerlukan vitamin D untuk penyerapannya.

Tersedia sejumlah garam kalsium, antara lain kalsiumglukonat-laktat, -sitrat, -fosfat, -klorida, dan karbonat, yang setiap gramnya mengandung masing-masing 90-130-210-233-272-dan 400 mg elemen kalsium.

Meskipun kalsiumkarbonat dalam lambung menghasilkan karbondioksida pada reaksi dengan asam lambung, namun pada dosis normal jarang mengakibatkan keluhan dan terdapat banyak sediaan (terutama tablet berbusa) karena kandungan kalsiumnya paling tinggi.

Banyak digunakan sebagai suplemen untuk wanita dengan osteoporosis selama hamil dan laktasi, juga bagi balita untuk memperkuat pembentukan tulang dan gigi. Untuk prevensi dan penanggulangan osteoporosis setelah menopause digunakan bersama vitamin D dan suatu obat resep bisfosfonat.

Efek samping pada overdosis jarang terjadi dapat berupa iritasi saluran cerna dan smebelit.

Dosis: pada osteoporosis 1-3 kali sehari 500 mg elemen kalsium (bersama vitamin D)

2. Vitamin D terdiri dari beberapa turunan, antara lain ergosterol (Vit D2), kolekalsiferol (Vit D3) dan metabolitnya. Vitamin D3 terbentuk dalam kulit oleh sinar UV matahari bertolak dari bahan pangkal alami dan juga diasup dari makanan tertentu seperti margarine, susu dan produknya serta ikan yang berlemak.

Vitamin D meningkatkan penyerapan aktif dari kalsium dengan stimulasi pembentukan suatu protein, yang dapat mengikat kalsium. Disamping itu berkhasiat antitumor dan berperan penting pada prevensi dan penanganan kanker, berdasarkan pemacuan proses apoptose dan menghambat perkembangan tumor serta penyebarannya.

Berkat sifat antiradangnya juga digunakan secara alternative untuk menghambat pemburukan penyakit MS (multiple sclerosis). Lansia tidak dapat mengabsorbsi vitamin D lagi dengan cukup disbanding orang muda dan sebaiknya diberikan suplemen dalam jumlah 1 kali sehari 10-20 mcg.

Efek samping pada overdosis berupa peningkatan kadar kalsium darah dengan resiko batu ginjal, mual, muntah dan nyeri kepala.

Dosis: bersama garam kalsium atau bisfosfonat 1 kali sehari 5-10 mcg, untuk prevensi kanker 1 kali sehari 10-20 mcg. (1 mcg vitamin D = 40 IU).

Posted in Obat-ObatanComments (0)

Obat-Obat Khusus Untuk Mengatasi Rasa Mual


a. Prometazin (phenergen).

Obat kuno ini (1949) bersifat antihistaminic kuat dengan khasiat menenangkan dan antimuntah yang kuat pula. Banyak digunakan dalam obat batuk anak guna meredakan rangsangan batuk, juga pada gangguan alergi untuk meringankan gejalanya (gatal-gatal, dan sebagainya). Mulai bekerja setelah ± 20 menit dan bertahan ± 6 jam.

Efek samping yang sering terjadi adalah pusing, mengantuk dan daya koordinasi buruk. Selain itu juga mulut kering dan penglihatan kabur. Oleh karena itu, pengemudi kendaraan atau operator mesin perlu diperingatkan mengenai efek samping yang berbahaya ini.

Dosis:

Dewasa dan anak di atas 8 tahun: 1 tablet (=25 mg) 0,5-1 jam sebelum memulai perjalanan. Bila perlu diulang setelah 6-8 jam. Secara terbatas dapat diberikan pada mual kehamilan, 1 tablet pagi hari.

Perhatian:

Sirop yang mengandung prometazin sebaiknya jangan diberikan pada anak dibawah usia 1 tahun, mengingat terdapatnya laporan efek samping serius (Sudden Infant Death Syndrome).

b. Dimenhidrinat (Dramamine, Antimo, Travon).

Sifat antihistaminnya setara dengan prometazin, begitu pula efek sampingnya. Mulai kerja setelah 15-30 menit dan bertahan 4-6 jam. Obat ini tidak dianjurkan bagi wanita dengan mual kehamilan atau yang menyusui.

Dosis

Dewasa dan anak 12 tahun ke atas: 1 tablet (=50 mg) 0,5 jam sebelum memulai perjalanan, anak 8-12 tahun 25 mg, 5-8 tahun 12,5 mg.

c. Metoklopramida (Primperan, Vomitrol) adalah obat yang berdaya antimual kuat dengan jalan memblokir reseptor-reseptor dopamine sehingga rangsangannya tidak mencapai pusat muntah. Disamping itu juga menstimulir pergerakan lambung usus.

Tidak efektif pada mual akibat mabuk jalan atau akibat obat kanker

Efek samping yang paling sering terjadi adalah mengantuk dan perasaan lelah, juga gelisah, sembelit, atau diare.

Dosis

Oral 3-4 kali sehari 5-10 mg, anak maksimal 0,5 mg/kg/sehari.

Rectal: 2-3 kali sehari 20 mg (supositoria)

d.Domperidon (Motilium) termasuk kelompok obat-obat penstimulir peristaltic, yang berdaya memperkuat pengosongan lambung, yang peristaltiknya pada keadaan mual biasanya terhenti. Juga bekerja antimuntah dan berguna pada serangan migren.

Dosis: 3 kali sehari 10-20 mg.

Posted in Obat-ObatanComments (0)

Cara Menggunakan Supositoria


kesehatankeluarga.netSupositoria

Jenis sediaan obat ini dimaksudkan untuk bekerja melalui dubur.

Cara menggunakan

Dengan tangan bersih, sebuah supositoria dikeluarkan dari kemasannya. Berbaring miring ditempat tidur dengan kaki bawah lurus dan kaki atas ditekuk atau dapat pula berjongkok atau berdiri dengan membungkuk kedepan. Supositoria dimasukkan dengan hati-hati kedalam dubur dengan jari. Guna mempermudah memasukkannya, sebaiknya bagian depan (lancip) dari supositoria dicelupkan terlebih dahulu dalam air atau minyak kelapa.

Untuk menghindarkan supositoria keluar lagi, sebaiknya berbaring selama 5-10 menit. Pada anak sebaiknya kedua sisi pantat ditekan bersama selama beberapa menit.

Posted in Obat-ObatanComments (2)

Jenis-Jenis Obat Tablet yang banyak digunakan


kesehatankeluarga.netTablet isap

Dimaksudkan bekerja setempat di mulut atau tenggorok. Tablet hendaknya diisap dengan perlahan-lahan tanpa dikunyah. Banyak tablet isap mengandung suatu zat antiseptic untuk menghentikan pertumbuhan atau mematikan kuman.

Tablet efervesen

Tablet yang mengandung zat pembantu yang akan bereaksi dan mengeluarkan gas (karbondioksida) bila tablet dimasukkan kedalam air. Dengan demikian obat akan melarut lebih cepat. Jenis tablet ini banyak digunakan untuk vitamin.

Tablet kunyah

Tablet kunyah harus dikunyah sampai halus sekali untuk mencapai efek obat optimal sebelum diminum dengan air. Sering kali mengandung obat lambung.

Tablet retard

Dibelakang nama tablet tertera retard, durette atau SR (slow release) yang berarti tablet bekerja jangka panjang. Tablet ini tidak boleh dikunyah dan harus ditelan secara utuh dengan air. Hanya boleh dipecah dua, jika terdapat garis pembagi diatas tablet.

Tablet tahan asam(enteric coated)

Mengandung suatu lapisan tertentu yang tahan asam sehingga tablet tidak pecah dilambung, tetapi di usus halus. Biasanya tablet demikian tersalut dengan suatu lapisan gula atau pvp (dragee, sugar atau film coated). Tablet jenis ini digunakan untuk obat yang merangsang atau menimbulkan mual, misalnya obat sembelit bisakodil (dulcolax). Jelas bahwa tablet ini tidak boleh dipecahkan sebelum ditelan.

Posted in Obat-ObatanComments (0)

Jenis Obat Yang bisa di Beli Tanpa Resep Dokter


kesehatankeluarga.netDisamping obat-obat dari daftar W dan G, masih terdapat dua jenis obat yang biasa dibeli tanpa resep, yakni obat-obat wajib apotik dan obat-obat daftar F, yang juga sering disebut obat OTC (over the counter Drug) atau obat bebas.

Obat-obat wajib apotik (O.A.W)

Termuat dalam S.K. Menkes yang telah diterbitkan pada 16 Juli 1990. Daftar ini menetapkan obat-obat keras yang dapat dibeli di apotik tanpa resep dokter dalam jumlah dan potensi terbatas. Pasien diharuskan memberikan alamatnya, yang didaftarkan oleh apoteker bersama nama obat yang diserahkan.

Daftar tersebut meliputi, antara lain pil anti hamil, salep sariawan triamsinolon, obat pelarut dahak asetilsistein, obat nyeri asam mefenamat (juga terkombinasi dengan diazepam), sejumlah antihistaminika (antara lain klorfeniramin, aztemisol) dan obat cacing mebendazol.

Disamping itu daftar tersebut juga mencakup sejumlah obat keras dalam bentuk salep atau krem, yaitu antibiotika (kloramfenikol, tetrasiklin, framisetin, dan gentamisin), beberapa hormone anti radang ( hidrokortison),zat pemati rasa lidokain, zat anti jamur mikonazol dan nistatin. Semua salep atau krem juga ditetapkan kemasan dan jumlahnya.

Daftar F (free = bebas)

meliputi obat bebas yang dapat dibeli tanpa pembatasan di apotik dan toko obat. Antara lain termaksud obat penghilang nyeri asetosal dan parasetamol, obat batuk sirup thymi, obat nyeri tenggorok dequalin, beberapa jenis obat asma dengan teofilin, obat antiseptic klorheksidin dan praktis semua vitamin.

Posted in Info KesehatanComments (0)