Swamedikasi Artrosis dan Osteoarthritis

Artrosis

Suatu sendi terdiri dari dua ujung tulang, yang masing-masing tersalut suatu lapisan tipis tulang rawan. Fungsinya adalah sebagai suatu bantal penyangga sehingga ujung-ujung tulang tersebut dapat bergerak secara lentur.

Pada artrosis (arthritis deformans, osteoarthritis) lapisan tulang rawan terganggu, menjadi tak licin lagi dan kasar. Artrosis termasuk salah satu gangguan rema, tetapi berlainan dengan rema sendi (arthritis reumatica) bukan merupakan suatu penyakit auto imun dan dalam darah juga tidak terdapat  zat-zat anti (factor rema).

Loading...

Penyebabnya belum begitu jelas, tetapi beberapa factor berperan, antara lain lisutan alami, pembebanan berlebihan pada orang gemuk, stress atau mungkin juga terlampau sedikit bergerak.

Osteoarthritis

Merupakan gangguan sendi biasa pada banyak lansia di atas 60 tahun dan dapat terjadi pada semua sendi, terutama pada pinggul dan lutut.

Gangguan ini lebih banyak timbul pada wanita dan orang gemuk dari pada pria dan orang dengan berat badan normal. Gejala utamanya adalah nyeri dan perasaan kaku, terutama bila tulang rawan dari ujung-ujung tulang sudah terkikis sama sekali.

Belum terdapat pengobatan regular untuk menghentikan proses artrosis. Hanya dengan obat-obat rema (mefenamat, naproksen, diklofenak) dapat dicoba untuk meringankan rasa nyeri.

Tetapi karena efek sampingnya yang buruk maka obat-obat ini tidak dapat digunakan terus-menerus. Fisioterapi dengan melakukan gerak badan dengan beban adalah sangat berguna.

Swamedikasi

Dalam pengobatan komplementer glucosamine dan chondroitin (osteonic, osteoflam) banyak digunakan sebagai food supplement, dengan dosis masing-masing 1500 mg dan 1200 mg sehari terbagi dalam dua takaran.

Kedua zat ini antinyeri dan membantu pembentukan tulang rawan baru serta menghentikan perombakan selanjutnya. Karena sendirinya juga merupakan zat tubuh alamiah dalam jumlah kecil, maka tidak memberikan efek samping

MSM (metilsulfonilmetan) adalah zat antinyeri alamiah lain yang terdapat dalam daging, susu, sayuran dan buah-buahan. Sebagai suplemen pada kedua zat tersebut di atas, mampu memperkuat efek antinyerinya.

Dosis

3 kali sehari 750-1000 mg pada waktu makan. Dosis ini dapat dikurangi sampai 1-2 kali sehari 750 mg bila setelah 4-6 minggu rasa nyeri sudah berkurang.

Loading...