Perkembangan Manusia Agraris dan Ekonomi Barter

kesehatankeluarga.netManusia Agraris,Ekonomi Barter
Sebagai mana layaknya, manusia akan berusaha untuk terus memperbaiki keadaannya. Secara pasti tidak dapat ditentukan bagaimana manusia menemukan cara untuk bercocok tanam. Tetapi besar kemungkinannya, bahwa mereka secara kebetulan bahwa biji-biji yang terbuang dapat tumbuh menjadi tanaman yang sama dengan tanaman asal biji tersebut. Demikian pula halnya dengan penjinakan hewan–hewan liar yang dijadikan sumber makanannya. Sebagai hasilnya, manusia tidak hidup secara berpindah-pindah dan mengumpulkan makanan yang tersedia saja, tetapi mereka menetap ditempat yang sama, dimana mereka kemudian bertani dan berternak. Jadi meningkatnya kemampuan, pengetahuan, atau budaya manusia akan mengubah perilakunya. Cara bertempat tinggal seperti ini memungkinkan mereka memyampaikan iformasi-informasi dengan lebih baik, komunikasi antar orang menjadi lebih baik dan lebih intensif, penyampaian penemuan-penemuan barupun menjadi lebih mudah dan lebih baik. Tantangan hidup dapat dibicarakan dengan lebih mudah, demikian pula solusi-solusi yang mungkin dapat dilaksanakan. Dengan demikian, perkembangan budaya akan berjalan dengan lebih cepat. Manusia selanjutnya melakukan observasi terhadap fenomena-fenomena alam dan berusaha menerapkan pengetahuannya itu sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Dengan demikian setiap individu akan belajar sesuai dengan bakat, minat, serta kemampuannya sehingga terjadi spesialisasi di berbagai bidang. Atas dasar perkembangan pengetahuan ini dengan manusia kemudian memasuki fase kehidupan yang bersifat agrikultural.

Kemampuan memproduksi makanan yang melebihi kebutuhan sehari-harinya akan menyebabkan meningkatnya suplai energi yang tersedia, maka anga kelahiran akan naik, sedangkan akan kematian tetap, maka jumlah populasi akan bertambah. Pada taraf ini manusia menukarkan hasil pertaniannya dengan barang yang mereka tidak dapat buat sendiri, maka ekonominya disebut ekonomi barter. Pada tahap perkembangan ini, manusia purba ini mempunyai kehidupan yang relatif baik, tidak banyak pekerjaan dan banyak waktu luang. Dengan keadaan sumber daya yang melebihi ini, manusia dapat berkembang lagi budayanya.

Loading...