Penyakit Menular Rubeola atau Campak

By Najwa Mahesanti Categories: Penyakit

http://kesehatankeluarga.netCampak disebut juga sebagai rubeola, campak merah, atau hard measles. Diseluruh dunia, campak menyebabkan sekitar 1 juta kematian (hampir semua pada bayi dan anak) setiap tahunnya.

Setelah vaksin campak diizinkan pada tahun 1963, terdapat penurunan secara jelas insiden campak di Amerika Serikat. Namun, tahun 1989 kecenderungan sementara menurun, dengan peningkatan nyata tampak pada kelompok usia prasekolah dan beberapa kominitas etnik minoritas. Kampanye vaksinasi telah menurunkan progresi penyakit.

Pathogenesis dan manifestasi klinis

Campak adalah organism yang sangat menular yang ditularkan melalui rute udara dari seseorang yang terinfeksi pada orang lain yang rentan.

Perjalanan klinis campak umumnya dimulai dengan demam dan lemah sekitar 10 sampai 14 hari setelah terpajan. Dalam 24 jam, dari awal muncul gejala, pasien biasanya mengalami drainase hidung, batuk, dan konjungtivitis.

Pada akhir periode ini, bercak Koplik, noda kecil, sering terlihat pada membrane mukosa mulut dan tenggorok. Setelah 2-3 hari gejala memburuk dan muncul ruam. Ruam kemerahan adalah tanda pertama yang tampak diwajah dan leher dan kemudian melebar ke tubuh dan ekstremitas.

Komplikasi

Kasus campak dapat bervariasi. Banyak komplikasi mengenai saluran pernapasan. Pneumonia yang mengikuti penyakit campak muncul pada infeksi lain oleh virus rubeola atau pada infeksi bakteri pada pejamu yang lemah.

Pneumonia dapat dilihat sebagai komplikasi pada anak prasekolah, lebih banyak dari anak yang lebih besar atau orang dewasa. Di Afrika, komplikasi diare dan malnutrisi adalah penyebab kematian pada pasien campak.

Ensefalitis merupakan komplikasi yang tidak umum, biasanya dikaitkan dengan anak yang lebih besar atau orang dewasa yang mengalami infeksi campak. Bila terjadi ensefalitis, infeksi ini paling sering terlihat ketika tahap ruam berkurang.

Diagnosis dan penatalaksanaan

Diagnosis campak secara umum dibuat melalui temuan klinis dan dapat dipastikan dengan uji serologic. Meskipun tidak ada penatalaksanaan khusus untuk campak, agens antipiretik umumnya diindikasi untuk mengontrol demam. Perawat harus waspada terhadap tanda infeksi bekteri pernapasan sebelumnya saat infeksi awal teratasi.