Pengobatan oleh Dokter dan Obat khusus Batuk

http://kesehatankeluarga.netPengobatan oleh dokter.

Untuk dokter masih tersedia beberapa obat antibatuk dengan kerja keras, yaitu obat-obat dari daftar narkotika kodein dan hidrokodon. Karena kedua obat membawa risiko akan ketagihan (adiksi) pada penggunaan lama, maka dicadangkan hanya untuk kasus-kasus parah yang tidak dapat diatasi dengan obat lainnya.

Obat-obat tersendiri.

Loading...

Noskapin (longatin, neocodin) adalah turunan morfin dan kodein, maka termaksud alkaloida candu pula, namun karena tidak menimbulkan ketagihan, tidak termaksud daftar narkotika. Khasiat meredakan batuknya tidak sekuat kodein, tetapi memiliki efek buruknya seperti depresi pernafasan, obstipasi atau sedasi. Risiko adiksi ringan sekali, maka berkat sifat-sifat baiknya sangat popular dalam berbagai sediaan batuk. Noskapin, berlainan dengan kodein, tidak berdaya anti nyeri.

Dosis : oral 3-4 kali sehari 15-50 mg, maks 250 mg sehari.

Dekstrometorfan (romilar, siladex) adalah turunan sintetik dari morfin dan berkhasiat menekan rangsangan batuk secara kuat pula, tetapi bertahan lebih lama dari pada efek kodein. Tidak berkhasiat analgetik, sedative, obstipasi, narkotik atau adiktif, maka juga tidak termaksud daftar narkotika. Banyak digunakan bersama obat lain dalam sediaan batuk. Obat ini sebaiknya jangan diberikan kepada balita dibawah 1 tahun karena dapat mengakibatkan depresi pernafasan dan kematian mendadak. Efek samping lainnya dapat merupakan gangguan buang air kecil dan akomodasi mata pada manula.

Dosis : di atas 12 tahun 3 kali sehari 15-30 mg pada waktu makan, anak diatas satu tahun 2-4 kali sehari 5-20 mg, tergantung usia.

Loading...