Pengaruh Taraf Budaya Terhadap Kesehatan

kesehatankeluarga.netPada hakikatnya manusia yang mamapu membuat alat itu mengakibatkan timbulnya budaya yang dibarengi dengan perubahan-perubahan sikap terhadap lingkungan hidupnya hal ini tentunya didasari oleh kesadaran bahwa kelangsungan hidupnya sangat tergantung dari kwalitas dan kwantitas sumber daya alam yang tersedia disekitarnya. Perkembangan budaya manusia pun dipengaruhi oleh kehidupan manusia yang selalu berkelompok dan memebentuk masyarakat. Didalam setiap masyarakat terdapat pemimpin-pemimpinnya termasuk yang bertugas dibidang pengobatan, yauitu mulai dari dukun atau ‘medicine man’, sampai pada para dokter. Peraturan-peraturan didalam kelompokpun sudah sejak lama ada. Semakin besar kelompok semakin banyak peraturan  yang diperlukan  dan semakin banyak pula pembagian pekerjaan. Jadi manusia sejak dahulu kala selalu hidup dalam kelompok yang terorganisir dan terstruktur. Saat ini suatu negarapun dapat dianggap sebagai suatu masyarakat besar yang mempunyai organisasi yang terstrutktur dengan lebih rumit daripada organisasi dalam kelompok kecil.

Hidup berkelompok dapat menigkatkan interaksi antar manusia dan dapat membangun perkembangan budaya, yang selanjutnya memberi dampak terhadap lingkungan dam manusia, sehingga tercermin pada pola penyakit yang ada di antara kelompok tersebut. Pada waktu masyarakat masih hidup primitif maka jumlah populasi  dan pola penyakitnya sangat ditentukan  oleh keadaan sekitarnya. Pada fase agrikultural, masyarakat berjumlah lebih banyak, bertempat tinggal lebih dekat, dan berkomunikasi dengan lebih baik. Sebagai akibatnya, penyakit menular akan mengajar akan lebih cepat. Karena penyakit menular dapat menimbulkan kekebalan pada yang pernah menderitanya, maka yang terserang penyakit menular adalah mereka yang berisiko tinggi terhadapnya, yakni anak-anak. Sebagai akibatnya, usia hidup masyarakat tersebut menjadi sangat pendek. Dengan demikian penyakit yang ada pada masyarakat didominasi oleh penyakit menular.

Loading...