Obat Sulfametizol dan Sulfadoksin

http://kesehatankeluarga.net1. Sulfametizol: sulfametiltiodiazol, uro nebacetin

Derivate tiodiazol ini (1940) PP-nya kurang lebih 90% dengan plasma t½ 1-2 jam. Daya larutnya dalam urin  (asam) baik. Berhubung ekskresinya cepat sekali zat ini menghasilkan kadar tinggi dalam kemih dan sering digunakan untuk radang kandung kemih. Sebaliknya, kadarnya dalam darah dan jaringan adalah rendah. Sulfametizol memiliki persentase resistensi yang agak tinggi.

Dosis: pada ISK oral 3-4 dd 0,5-1 g selama 3-5 hari, sebagai profilaksis 2 dd 1 g selama 3 hari.

Uro nebacetin = sulfametizol 2,4 g + neomisinsulfat 428 mg per 30 ml suspense.

2. Sulfafurazol: sulfisoksazol

Derivate isoksazol ini (1949) mudah larut dalam urin, begitu pula metabolitasetilnya, plasma t½ nya rata-rata 8 jam.

Dosis: permula 2-4 g, kemudian 4-6 dd 1-2 g

3. Sulfadoksin: sulfametoxine, fansidar

Derivate pirimidin ini memiliki PP tinggi (90-95%) dan t½ nya panjang sekali (rata-rata 6 hari). Zat ini khusus digunakan dalam kombinasi dengan obat antiprotozoa  pirimetamin pada terapi dan profilaksis malaria tropika yang resisten terhadap klorokuin, juga pada toxoplasmosis, suatu infeksi oleh protozoon toxoplasma gondii yang ditularkan lewat kucing, domba atau babi.

Wanita hamil tidak boleh diberi fansidar selama 3 bulan pertama kehamilan karena bersifat teratogen dan pada bulan terakhir kehamilan berhubung risiko akan icterus inti pada bayi.

Dosis: infeksi umum permulaan 2 g, lalu 1-1,5 g seminggu.

Fansidar = sulfadoksin 500 + pirimetamin 25 mg. pada toxoplasmosis: 1x 2 tablet seminggu sampai 4-6 minggu setelah sembuh. Untuk dosis pada malaria.