Obat untuk Mengatasi Nyeri Otot dan Nyeri Sendi

1. Parasetamol

2. Asetosal (asam asetilsalisilat, aspirin, aspro) adalah obat antinyeri dan antidemam tertua (1880). Sebagai obat rema (NSAID’s) asetosal juga memiliki daya antiradang, tetapi dalam dosis tinggi (3-4 kali sehari 1g). Hanya harus waspada untuk rangsangan terhadap selaput lendir lambung, yang dapat timbul pada dosis ini.

Dosis

Loading...

3-5 kali sehari 500 mg setelah makan.

  • Metilsalisilat (counterpain, sloan’s liniment) adalah cairan dengan bau khas daun dan akar tumbuhan akar wangi (Gaultheria procumbens).

Seperti senyawa salisilat lainnya berkhasiat antinyeri pada penggunaan dikulit. Banyak digunakan dalam obat atau linimen (3-10%). Bersifat racun bila diminum!

3. Mefenamat (ponstan) termasuk kelompok obat rema NSAID’s, yang berkhasiat antinyeri, antidemam dan anti radang. Terutama ampuh pada nyeri dan pembengkakan akibat jatuh, tendangan atau pukulan.

Efek sampingnya dapat berupa gangguan saluran pencernaan dan penderita tukak lambung/usus harus waspada terhadap perdarahan.

Obat-Obat sejenis dengan khasiat meningkat adalah ibuprofen, ketotifen, naproksen, piroksikam dan diklofenak.

Dosis: setelah makan 3-4 kali sehari 250 mg selama maksimal 7 hari.

4. Minyak kayu putih adalah minyak terbang dari daun pohon Melaleuca leucadendron (dari kepulauan Maluku) yang banyak digunakan sebagai obat tradisional dalam obat gosok untuk otot dan obat sakit perut pada kejang-kejang anak kecil.

Untuk meredakan batuk dapat dioleskan pada bagian luar tenggorok dan bila ditambahkan pada air panas dapat digunakan sebagai obat inhalasi pada sakit tenggorok dan pilek.

Minyak ini mengandung sejumlah zat terbang, antara lain eugenol. Seperti semua minyak atsiri lainnya memiliki banyak khasiat, yaitu mematikan rasa dan antinyeri, antikejang, melebarkan pembuluh darah dan antikuman.

  • Minyak pohon the (Tea tree tea) adalah minyak terbang dari daun pohon sejenis (Melaleuca  alternifolia) yang oleh orang pribumi Australia digunakan sebagai obat tradisonal terhadap berbagai jenis  gangguan, terutama untuk daya antikuman, antivirus dan antifunginya.

5. Glucosamin dan chondroitin (osteonic, osteoflam) digunakan secara alternative sebagai garam sulfatnya untuk meringankan rasanyeri , memperbaiki fungsi sendi yang sudah terkena artrosis dan bantu menghentikan kemundurannya.

Pada umumnya ternyata lebih efektif terhadap atrosis pinggul dari pada lutut. Glukosamin terdapat dalam tubuh dan dalam daging hewan. Efek sampingnya tidak dikenal.

Dosis:

2 kali sehari 750 mg glokosaminsulfat bersama 2 kali sehari 600 mg chondroitinsulfat pada waktu makan. Bila setelah 4-6 minggu keluhan telah berkurang dosis dapat diturunkan sampai 1 kali sehari.   

Loading...