Obat-obat untuk Migren

http://kesehatankeluarga.netAsetosal (Aspirin, Aspro).

Obat antinyeri tertua ini (1890) juga berkhasiat antidemam. Mulai kerjanya agak cepat, dalam waktu 20-30 menit .Efeknya bertahan l.k.5 jam. Wanita dan yang menyusui tidak di anjurkan minum obat ini. Tidak pula bagi bayi di bawah 1 tahun berhubung kemungkinan adanya kepekaan luar biasa terhada asetosal. Juga anak –nak kecil dengan infeksi virus (selesma, flu, cacar, air, dan sebagainya) sebaikanya jangan diberikan asetosal karena adanya risiko radang otak serius.

Efek samping. Berhubung banyak efek sampingnya, penggunaannya harus dengan sangat hati-hati karena:

Loading...

  • Mengetsa selaput lendir lambung: pasien lambung jangan minum asetosal. Rangsangan selaput lendir dan perdarahan juga dapat terjadi pada orang sehat. Oleh karena itu sebaiknya diberikan dengan susu atau sesudahnya makan, atau  sebagai garam kalsiumnya yang bersifat netral dan dapat melarut dalam air.
  • Menciutkan bronki: serangan kejang dapat timbul pada pasien asma.
  • Merintangi pembekuan darah: jangan diminum sesudah pencabutan gigi berhubung risiko akan perdarahan terus-menerus. Juga pasien yang menggunakan obat pengencer darah jangan minum asetosal. Sejak akhir tahun 80-an khasiat antipembekuan darah justru digunakan pada penderita tertentu, antara lain setelah serangan jantung atau serangan otak (stroke).

Asetosal dalam dosis tinggi juga memiliki daya antiradang (3-4 kali sehari 1 g), akan tetapi harus waspada terhadap rangsangan selaput lendir  lambung, yang dapat timbul pada dosisi ini.

Metoklopramida (Prinperan) adalah obat dengan khasiat antimual kuat karena daya kerjanya memperkuat peristaltik dan pengosongan lambung. Efekti pada semua jenis mual dan muntah kecuali yang ditimbulkan oleh majuk jalan dan obat-obat kanker (sitostatika). Daya kerjanya agak cepat, yaitu selama 20 menit.

Efek samping yang terpenting adalah gelisah dan rasa kantuk, yang pada migren justru menguntungkan. Dapat pula menimbulkan keluhan saluran cerna dan gemetar, terutam pada anak-anak.

Dosis: segera bila terasa akan timbulnya serangan 1 tablet dari 10 mg, anak maksimal 0,5 mg/kg bobot badan sehari. Sebagai supositoria: 2-3 kali sehari 20 mg. Lihat juga bab 16. Obat-obat antimual.

Domperidon (Montilium) adalah juga obat antimual.

Loading...