Obat-Obat Anti Gatal

http://kesehatankeluarga.netUntuk swamedikasi banyak digunakan ramuan dalam bentuk cairan kocok, yang mengandung zat anti gatal mentol dan fenol. Obat-obat ini biasanya dicampur dengan sengoksida atau kalamina (caladine, caladryl) dengan daya mengerutkan (adsrtingens). Sediaan-sediaan ini bersifat menyejukkan karena penguapan air dari permukaan kulit, yang merupakan keuntungan dibandingkan dengan penggunaan obat-obat tersebut sebagai serbuk.

Obat lain dengan khasiat antigatal kuat adalah crotamiton (crotaderm) yang juga bekerja antikudis.

Antihistaminika juga sering digunakan pada gatal-gatal, yakni zat-zat yang berkhasiat meniadakan efek histamin. Zat perantara ini, bersama beberapa zat lainnya, dilepaskan oleh sel-sel mast. Pada suatu reaksi alergi. Yang dapat digunakan adalah krem atau lotion dengan antara lain prometazin  (phenergan), difenhidramin (Caladryl) dan turunannya klorfenoksamin (Systral).

Loading...

Untuk gatal-gatal diberbagai tempat dari tubuh penggunaan obat dalam bentuk tablet adalah lebih praktis dan efektif. Sering digunakan adalah antara lain prometazin, feniramin, (avil, triaminic) dan dimentinden (fenistil). Untuk antihistaminika lainnya, lihat postingan kami tentang eksim.

Pengobatan dengan antihistaminika tidak selalu berhasil karena disamping histamin, masih terdapat beberapa zat perantara lain yang dapat menimbulkan urticaria. Efek samping yang berupa menenangkan dari antihistaminika adalah sesuatu yang menguntungkan bagi khasiat antigatalnya. Tetapi menimbulkan rasa ngantuk sehingga berbahaya bagi mereka yang mengerjakan pekerjaan yang memerlukan kewaspadaan.

Kortikosteroida. Untuk gangguan gatal yang lebih parah dapat digunakan kortikosteroida, yaitu hormon anak ginjal dengan khasiat antigatal dan anti radang kuat. Berhubung dengan efek sampingnya yang serius, obat-obat ini khusus dicadangkan bagi keadaan parah, seperti eksim. Sebagai pilihan pertama bila obat-obat antigatal lainnya tidak bermanfaat, dapat digunakan krem hidrokortison-asetat 1% dan hidrokortison-butiran 0,1% (Locoid). Diantara semua kortikoida, hidrokortison paling sedikit efek sampingnya. Untuk obat-obat bebas lainnya, sifat dan efek sampingnya lihat dipostingan kami tentang eksim.

Perhatian: penggunaan obat-obat kortikosteroida memperbesar resiko akan osteoporosis, glaukoma dan efek samping buruk lain. Karena itu, penggunaan untuk jangka waktu lama harus dibawah pengawasan dokter.

Obat-Obat Tersendiri

Lihat postingan Kami tentang eksim untuk obat:

  1. Difenhidramin (Benadryl)
  2. Ter
  3. Prometasin

Loading...