Obat Gosok Untuk Reseptor Nyeri Pada Otot

Reseptor nyeri.

Disamping obat-obat pada postingan sebelumnya, masih dikenal beragam sediaan obat bebas untuk digunakan pada kulit. Obat-obat ini harus digosokkan dengan hati-hati pada tempat yang nyeri hanya pada permukaan kulit.

Ditempat ini terdapat banyak jenis unsur penerima (reseptor), misalnya untuk perasaan nyeri, gatal, panas dan dingin. Zat-zat yang terkandung dalam obat gosok dengan mudah dapat menembus ke reseptor-reseptor dipermukaan kulit.

Loading...

Tetapi reseptor nyeri yang terletak lebih dalam diotot, yang berperan pada rasa nyeri, tidak dapat dicapai oleh obat-obat tersebut. Namun demikian penggosokkan menghasilkan perasaan panas yang nikmat dan menghilangkan rasa nyeri di jaringan-jaringan permukaan.

Berkat efek meredakannya ini, obat gosok dapat digunakan pada gejala seperti pegal, nyeri otot dan sendi, untuk “warming up” pada olah raga dan keluhan rema ringan.

Obat anti nyeri.

Obat gosok untuk sebagian besar mengandung suatu zat antinyeri, biasanya senyawa salisilat. Yang sering digunakan adalah metilsalisilat, yakni zat yang mudah menguap dan terdapat pada akar wangi (Counterpain, Rheumason) atau dietilaminosalisilat (Algesal, Reparil). Dapat juga ditambahkan suatu zat pemati rasa dengan efek antinyeri, khususnya lidokain (lidonest).

Vasodilator untuk “kerja dalam”

Dengan tujuan memperkuat efeknya, sering kali ditambahkan suatu zat pelebar pembuluh (vasodilator) agar salisilat lebih mudah diserap kedalam otot (“kerja dalam”). Untuk efek ini sering kali digunakan suatu senyawa nikotinat (stop X) serta minyak cabai (Sloan).

Zat-zat ini juga memperlancar peredaran darah setempat dengan demikian tidak saja memperkuat perasaan panas dipermukaan kulit, tetapi juga meningkatkan efektifitas obat gosok.

Loading...