Obat Dokter dan Obat Khusus untuk Infeksi Jamur

http://kesehatankeluarga.net Pengobatan oleh dokter

Candida yang tidak disembuhkan dengan pengobatan sendiri dapat ditangani oleh dokter dengan turunan mikonazol yang lebih kuat, yaitu isokonazol (gyno-Travogen) dan klotrimazol (Gyne-Lotremin), dalam bentuk tablet vaginal. Penggunaannya pada malam hari sebelum tidur dengan memasukkannya kedalam vagina dengan aplikator. Pengobatan harus dihentikan pada waktu haid.

Kuku kapur yang bandel terhadap pengobatan setempat, dokter dapat memberikan sejenis tablet yang bekerja sistematis dengan turunan mikonazol kuat lainnya, yakni ketokonazol dan flukonazol.

Loading...

Obat-obat tersendiri

Asam salisilat. Asam organik ini berkhasiat mematikan banyak jenis jamur dan digunakan dalam bentuk salep atau larutan alkohol dengan kadar 3-6%. Juga bekerja dengan keratolitik, yaitu dapat melarutkan lapisan tanduk kulit pada konsentrasi 5-10%. Dalam larutan 20% digunakan untuk menghilangkan “mata ikan” (Collomack). Sering kali dalam salep atau lotion dikombinasi dengan asam benzoat dan belerang, yang kedua-duanya juga berkhasiat fungistatik dan bakteriostatik. Suatu sediaan yang terkenal dengan nama salep Whitfield terdiri dari asam salisilat 5% dan asam benzoat 5%, juga tersedia dalam bentuk larutan alkohol 70% (Kalpanax).

Asam undensilenat adalah asam organik, yang berwarna kuning atau berbau khas tengik. Bersifat fungistatik terhadap banyak jenis dermatofit. Terutama digunakan dalam konsentrasi 5-10% terhadap kutu air. Sering kali dikombinasi dengan garam sengnya (seng undensilenat) yang bekerja sebagai adstringen dan anti radang lemah. Sediaan yang dapat dibeli bebas berupa tingtur, serbuk atau krem (Undecyl).

Asam benzoat. Asam ini dan ester hidroksinya (Nipagin dan Nipasol) dalam kadar 0,1% berkhasiat fungistatik dan juga bakteriostatik lemah. Terutama digunakan sebagai zat pengawet bahan makanan.

Mikonazol (Daktarin) adalah suatu fungisid kuat dengan jangkauan kerja luas dan tersedia dalam bentuk krem, lotion maupun serbuk (2%). Penyembuhan dapat terlihat setelah 1 sampai 2 minggu, tetapi bila setelah 4 minggu tidak tampak kemajuan, sebaiknya diganti dengan obat anti jamur lain. Efek samping yang kadang-kadang timbul adalah gatal-gatal, iritasi dan dermatitis kontak.

Klotrimazol (Canesten) adalah derivat mikonazol yang juga efektif terhadap dermatofit maupun Candida (keputihan). Tersedia dalam bentuk krem /lotion 1%, maupun tablet vaginal (100 mg). efek samping yang dapat timbul adalah gatal-gatal dan kulit menjadi merah karena iritasi. Kedua obat ini termaksud dalam daftar W (obat bebas terbatas).

Povidon-iod (Betadin) adalah senyawa kompleks dari iodium dengan zat polimer PVP, yang larut dalam air dan tidak merangsang. Iod adalah pembunuh kuman fungi dan virus yang terkuat dengan daya kerja cepat. Begitu pula spora-spora jamur dimatikan, walaupun diperlukan waktu yang lebih lama: 2% dalam 2-3 jam. Sebagai efek sampingnya timbul warna cokelat dan adakalanya radang kulit (dermatitis). Tingtur iod 2% dalam alkohol 50% tidak digunakan lagi karena bersifat merangsang.

Lain-lain

Belerang terutama dalam bentuknya yang terhalus (Sulfur precipitatum) memiliki kemampuan untuk mengikat diri pada jamur dan dengan demikian mengganggu pertukaran zat dan mematikannya. Tersedia dalam bentuk salep atau obat kocok dengan kadar 5-10%. Kadang-kadang juga digunakan senyawa thiosulfas natricus (hipo) dengan kadar 25%, yang pada saat penguraian menghasilkan belerang dalam keadaannya yang halus sekali.

Fenol berkhasiat fungisid dan bakterisid, juga bersifat anti gatal berkat sifat pati rasanya. Khasiatnya dikurangi oleh zat organik dan ditiadakan oleh sabun. Karena sifat membakar jaringan bila digunakan terlampau lama atau pada kadar diatas 1%,, maka jarang digunakan lagi. Turunanya seperti resorsinol (salep atau lotion 1-10%), timol (larutan 1% dalam alkohol) juga berkhasiat fungisid dan bakterisid.

Loading...