Loading...

Menstrual Regulation atau Post Conceptive Regulation

By Najwa Mahesanti Categories: Kesehatan Keluarga

http://kesehatankeluarga.netKegagalan menghindari kehamilan dengan berbagai metode atau terjadi kehamilan yang tidak dikehendaki, maka melakukan gugur kandung merupakan salah satu pemecahan. Untuk menghindari kesan melakukan pengguguran, maka diciptakan beberapa istilah:

1. Menstrual regulation ( MR ): melakuakn isapan ke dalam kavum uteri, dengan tekanan negatif sehingga hasil konsepsi dapat dikeluarkan. Tindakan ini dilakukan bila terlambat menstruasi belum melebihi waktu 14 hari.

Loading...

a. Teknik menstrual regulation.

Manual

  • Kateter Karman dimasukkan ke dalam kavum uteri
  • Tekanan negatif dibuat dengan spuit besar
  • Kateter Karman dipakai merusak lapisan dalam endometrium, sehingga lumat ( hancur )
  • Hasilnya diisap ke dalam spuit besar itu
  • Hasil patologi klinik menunjukkan bahwa sebagian besar kehamilan telah terjadi.

b. Dengan aspirasi pompa listrik.

  • Kateter Karman dimasukkan ke dalam kavum uteri.
  • Kateter Karman dipakai merusak lapisan rahim sehingga lumat dan diikuti dengan isapan pompa pengisap listrik.

2. Post conceptive regulation.

Post conceptive regulation menunjukkan bahwa telah terjadi konsepsi bahkan nidasi, kemudian digugurkan. Terlambat menstruasi lebih dari 14 hari. Dengan cara manual memakai kateter Karman tidak akan bersih sehingga perlu melakukan kuretage.

3. Dilatasi dan kuretage.

Dilatasi dan kuretage memberikan pengertian bahwa kehamilan sudah pasti terjadi dalam rahim, dimana keterlambatan menstruasi lebih dari 4 sampai 12 minggu.

Untuk dapat mengagalkan kehamilan perlu dilakukan dilatasi ( membuka kanalis servikalis yang masih tertutup ) dan kuretage ( membersihkan dengan alat kuretage ). Untuk mempercepat pekerjaan dilakukan dengan alat pengisap pompa listrik yang kuat, dengan kateter Karman yang besar.

Menstrual Regulation atau Post Conceptive Regulation | Najwa Mahesanti | 4.5