Mengenal Gejala Infeksi Cacing Benang dan Cacing Pita

http://kesehatankeluarga.netCacing benang

Selain dalam tubuh manusia, cacing ini dapat pula hidup ditanah. Infeksi terjadi bila larvanya yang berbentuk benang menembus kulit kaki. Melalui peredaran darah larva mencapai paru-paru, melintasi batang tenggorok serta kerongkongan dan akhirnya tiba diusus besar. Disini cacing bertelur dan kemudian menetas menjadi larva. Autoreinfeksi memungkinkan cacing ini bertahan selama bertahun-tahun. Gejala khasnya adalah gatal-gatal hebat didaerah dubur dan radang kulit.

Pengenalan

Loading...

Infeksi cacing benang dapat dilakukan dari larvanya dalam tinja, tetapi tidak terdapat telurnya.

Cacing Pita

Bentuk cacing ini berupa pita yang terdiri dari ruas-ruas dan panjangnya bisa mencapai 60 cm pada cacing pita babi atau 2 meter pada cacing pita sapi.

Penularannya akibat makan daging yang belum dimasak cukup lama dan masih mengandung telur cacing.

Setelah menetas, larva tumbuh menjadi cacing di dalam rongga usus. Cacing pita sukar sekali dibunuh karena membenamkan kepalanya didalam selaput lendir usus sehingga tidak dapat dicapai oleh obat. Ruas-ruas cacing yang terkena obat akan mati, dan kepalanya lalu membentuk ruas-ruas baru. Cacing pita babi lebih berbahaya karena dapat menembus dinding usus, mencapai peredaran darah dan menjalar keorgan-organ lain, seperti otak, hati dan paru-paru. Disamping gejala umum juga terjadi anemi.

Pengenalan

Infeksi cacing pita dapat dilakukan dengan menemukan telur-telur dan ruas-ruasnya (panjang 3 cm, lebar 1 cm) dalam tinja.

Loading...