Mengenal Gejala dan Penyebab Osteoporosis

 Osteoporosis

Osteoporosis atau rapuh tulang adalah gangguan pertukaran zat kerangka yang ditandai dengan berkurangnya jaringan tulang. Dua dari lima penduduk Indonesia (2005) berisiko menderita osteoporosis. Penyakit ini terutama menyerang wanita di atas usia 60 tahun. Pada pria osteoporosis jarang terjadi.

Gejalanya

Loading...

Praktis tidak ada, terkecuali adakalanya nyeri punggung sehingga menyebabkan banyak orang tidak merasa perlu untuk melakukan uji kepadatan tulang (BMD atau Bone Mass Density), yang merupakan upaya deteksi dini terhadap osteoporosis.

Penderita tidak merasakan nyeri sampai suatu ketika karena cedera ringan saja timbul patah tulang sebab tulang yang keropos mudah patah, terutama ruas tulang belakang, pangkal paha dan pergelangan tangan. “Silent Disease” ini yang pada prinsipnya menyerang seluruh kerangka menyebabkan banyak sekali penderitaan.

Penyebabnya

Sepanjang hidup secara kontinyu terjadi pembentukan dan perombakan tulang. Pada anak proses pembentukan tulang (oleh sel-sel osteoblas) lebih cepat dari pada perombakannya (oleh sel-sel osteoklas) sehingga massa tulang meningkat.

Sebaliknya yang terjadi pada orang tua perombakan tulang lebih cepat dari pada pembentukan tulang lebih cepat dari pada pembentukannya sehingga massa tulang berangsur-angsur menyusut.

Akibat kehilangan kalsium tulang menjadi berpori, tipis, rapuh dan mudah patah. Akhirnya kerangka “menciut” dan tubuh menjadi lebih pendek dan bungkuk, seperti sering terlihat pada orang yang tua sekali. Pada orang dewasa muda terjadi keseimbangan dinamis antara pembentukan tulang dan perombakannya.

Loading...