Kebutuhan Intelektual dan Emosi Manusia

http://kesehatankeluarga.netKebutuhan Intelektual

Kesanggupan intelektual merupakan ciri khusus manusia yang membedakannya dari mahluk hidup lainnya. Peningkatan kesanggupan intelektual ini mempunyai komponen dasar intrinsic heriditer dari konstelasi susunan otak yang ditopang oleh proses belajar dan pengalaman.

Penelitian anthoropologik menunjukkan bahwa volume dan berat otak manusia dari jaman purba sampai manusia modern semakin besar dan semakin berat, dan ini selaras dengan kapasitas intelektualnya yang semakin tinggi.

Jadi kebutuhan intelektual ini bermanifestasi dalam kebutuhan belajar dan pendidikan serta sarana, seperti sekolah, buku dan alat komunikasi, seperti surat kabar, radio dan televise. Kebutuhan ini akan semakin meningkat bila tingkat intelek dan pendidikan yang telah dicapai semakin tinggi.

Kebutuhan emosi dan estetik

Kebutuhan emosi merupakan kebutuhan dasar yang berbeda derajatnya pada yang satu dengan yang lain. Pada orang yang emosional kebutuhan ini lebih menonjol dibandingkan dengan orang yang “berdarah dingin”.

Manifestasi emosi ini ialah bersedih, terharu, bergembira dan bersuka ria, berkasih sayang dan bercinta, dan sebagainya. Dikatakan bahwa perempuan menunjukkan kebutuhan emosi lebih dibandingkan dengan laki-laki secara umum. Orang yang menunjukkan manifestasi yang berlebihan, disebut seorang perasa.

Kebutuhan estetik sejenis dengan kebutuhan emosi, tetapi sebenarnya tidaklah sama benar, kebutuhan estetik lebih menjurus kearah keindahan.

Orang yang mempunyai kebutuhan estetik yang menonjol disebut juga seniman atau artis. Yang biasa diakui sebagai seorang seniman ialah bila dia mempunyai kapasitas untuk memanifestasikan rasa keindahannya ke dalam suatu hasil karya, seperti tarian, lukisan, hasil pahat, dan sebagainya. Sering orang seniman itu juga seorang yang emosional.