Jenis-Jenis Rasa Nyeri pada Tubuh Manusia

http://kesehatankeluarga.netSetiap orang dalam hdupnya pada suatu saat dihinggapi rasa nyeri dan pernah membeli obat antinyeri untuk, misalnya nyeri kepala dan gigi, nyeri otot atau sendi, ataupun nyeri haid dan migren

Sejak zaman purbakala orang mesir menggunakan godokan kulit pohon salix terhadap bermacam-macam rasa nyeri. Namun baru pada tahun 1872 dapat diisolasi zat aktif dari kulit tersebut. Zat ini yang dinamakan salicin ternyata tidak saja menghalang rasa nyeri, tetapi juga berkhasiat menurunkan suhu tubuh pada demam. Kemudian pada tahun 1890 seorang ahli kimia dari pabrik bayer berhasil mensintesa asetilsalisilat dengan daya kerja yang sama. Zat anti nyeri sintetis yang pertama telah dilahirkan. Walaupun kemudian banyak obat anti nyeri lain telah ditemukan dan dipasarkan, tetapi baru pada tahun 1980-an asetosal mulai digeser dari tempat utamanya oleh zat antinyeri yang dianggap lebih aman, yakni parasetamol.

Jenis-jenis nyeri

Loading...

Dalam kebanyakan hal rasa nyeri merupakan suatu pertanda tentang adanya sesuatu dalam tubuh yang kurang baik. Misalnya bila terdapat cedera, peradangan dikulit atau kejang di otot atau organ dalam. Nyeri dirasakan karena rangsangan nyeri mencapai otak melalui unsure-unsur penerima,yang disebut reseptor. Ini adalah ujung-ujung saraf bebas yang terdapat di seluruh tubuh. Rangsangan dapat berupa kimiawi (asam,basa), mekanis (pukulan, cedera, peradangan) atau kalor (panas, api).

Dapat dibedakan dua jenis nyeri, yakni nyeri yang tiba-tiba timbul dan nyeri menahun, yang kerapkali terdapat pada penyakit-penyakit kronis, seperti rema dan kanker. Pada umumnya yang pertama bersifat hebat, sedangkan yang terakhir lebih bersifat nyeri terus menerus yang menjengkelkan.

Nyeri akut biasanya diakibatkan oleh kecelakaan, misalnya patah tulang, salah urat (keseleo), kepala terbentur atau terjatuh. Disamping itu masih dikenal banyak jenis nyeri yang sering timbul, misalnya sakit kepala karena “masuk angin” atau flu, terlalu letih atau ketegangan (stress), juga karena gegar otak, migren atau tumor. Perasaan nyeri dapat dipengaruhi oleh keadaan mental. Misalnya perasaan cemas, kekhawatiran dan ketegangan memperhebat rasa nyeri, sedangkan hiburan dan ketenangan, sikap acuh tak acuh dapat menguranginya.

Loading...