Indikasi Penggunaan Sulfonamida

By Najwa Mahesanti Categories: Obat-Obatan

http://kesehatankeluarga.netPenggunaan

Sulfonamida adalah kemoterapeutika  bakteriostatis  dengan spectrum luas yang ditahun 1950-an sampai dengan 1970-an banyak digunakan dengan sukses terhadap banyak penyakit infeksi oleh baik kuman gram positif maupun gram negative.

Sejak tahun 1980-an penggunaannya sudah banyak sekali berkurang karena banyak jenis kuman sudah menjadi resisten dan telah ditemukannya berbagai antibiotika baru dengan efek bakterisid yang lebih efektif dan lebih aman.

Dewasa ini masih terdapat sejumlah indikasi untuk penggunaan oral dari sulfonamide dan senyawa kombinasinya, yakni:

1. Infeksi saluran kemih: sulfametizol, sulfafurazol dan kotrimoksazol, sering digunakan sebagai desinfektans infeksi saluran kemih bagian atas yang menahun. Juga digunakan untuk mengobati cystitis.

2. Infeksi mata: sulfasetamida, sulfadikramida dan sulfametizol digunakan topical terhadap infeksi mata yang disebabkan oleh kuman yang peka terhadap sulfonamide. Secara sistemis zat ini juga digunakan untuk penyakit mata berbahaya trachoma, yang merupakan sebab utama dari kebutaan di dunia ketiga.

3. Radang usus: sufasalazin khusus digunakan pada penyakit radang usus kronis  Crohn dan colitis.

4. Malaria tropika: Fansidar,.

5. Radang otak (meningitis).

Berkat daya penetrasinya yang baik kedalam CCS obat-obat sulfa sampai beberapa tahun lalu dianggap sebagai obat terbaik untuk mengobati atau mencegah meningitis, terutama sulfadiazine. Timbulnya banyak resistensi dengan pesat menyebabkan obat telah diganti dengan ampisilin atau rifampisin.

6. Infeksi lain: silversulfadiazin banyak digunakan untuk pengobatan luka bakar. Kotrioksasol sama efektifnya dengan ampisilin pada tifus perut, infeksi saluran nafas bagian atas, radang paru-paru (pada pasien AIDS) serta penyakit kelamin gonore.

Secara rektal (suppositoria) sulfonamide tidak digunakan karena resorpsinya tidak sempurna (antara 10-70%) dan kurang teratur.