Gejala Nyeri Kepala Migren

http://kesehatankeluarga.netNyeri Kepala  Migren

Migren sudah dikenal sejak zaman purba, misalnya di mesir sudah dilaporkan kasus-kasus migren sekitar tahun 1500 sebelum Masehi. Menurut perkiraan kira-kira 10% dari masyarakat (barat) menderita jenis nyeri kepala kronis ini yang termasuk penyakit keturunan. Migren merupakan suatu masalah sosial ekonomis besar berhubung dengan hebatnya keluhan-keluhannya yang mengakibatkan kehilangan banyak kebahagiaan hidup dan berkurangnya hari kerja. Terutama wanita di bawah usia 50 tahun menderita penyakit ini, yang akan yang akan berkurang setelah usia 55 tahun. Hal ini mungkin ada hubungan dengan perubahan kadar hormonnya.

Gejala-gejala.

Loading...

Berlainan dengan nyeri kepala tegang, migren muncul secara berkala dan mendadak sebagai nyeri hebat pada satu sisi kepala, sering kali diiringi mual dan muntah-muntah. Pada migren klasik (kira-kira 15% dari semua kasus) serangan didahului oleh gangguan penglihatan (aura), seperti melihat kilat atau bintang-bintang kecil. Serangan dimulai di belakang mata atau di belakang kepala untuk  kemudian meluas. Lamanya tanpa pengobatan 4 sampai 24 jam. Serangan dapat timbul beberapa kali seminggu sampai beberapa kali setahun dan diselingi dengan masa-masa tanpa nyeri. Nyerinya sering kali bersifat berdenyut-denyut hanya di satu pelipis akibat pelebaran pembuluh darah yang hebat sehingga penderita sangat peka terhadap cahaya dan bunyi-bunyian yang keras. Setelah serangan biasanya pasien teridur untuk kemudian bangun dengan perasaan segar.

Penyebabnya belum diketahui  dengan jelas. Diperkirakan bahwa kadar hormon saraf tertentu (serotonin) karena suatu sebab berkurang  yang mengakibatkan sistem saraf di bagian otak  melepaskan zat-zat peptida. Zat-zat ini menyebabkan vasodilatasi dan peradangan di kapiler selaput otak yang mengakibatkan nyeri migren.

Loading...