Etoposida dan Paclitaxel Untuk Kanker

By Najwa Mahesanti Categories: Obat-Obatan

http://kesehatankeluarga.netEtoposida (VP-16-213, Vepesid) terutama digunakan dalam kombinasi dengan bleomisin, karboplatin dan cisplatin pada kanker testis dan paru, juga pada kanker buah dada dan non-Hodgkin. Daya kerjanya menghambat topoisomerase-II, sehingga sintesa dari DNA dan RNA terganggu.

Efek samping utama adalah leucopenia (reversible), lebih sering juga thrombocytopenia. Begitu pula mual, muntah, hipotensi (kadang kala), leukemia sekunder dan rontok rambut.

Dosis: i.v. 35-100 mg/m2 sehari selama 4-5 hari, dapat pula peroral (kapsul) dengan dosis 50-150 mg/hari. Kur diulang setelah 3-4 minggu.

Paclitaxel: Taxol

Obat baru dari kelompok taxan ini (1992) terdapat dalam jumlah kecil sekali (1:13.500) di kulit pohon cemara Taxus brevifolia. Kini diperoleh secara semi-sintetis dari suatu zat-pelopornya (baccatine) yang diperoleh dari jarum-jarum Taxus baccata (Ing “Yew”) yang terdapat lebih luas dari Eropa dan AS. Berkhasiat sitotoksis dengan jalan menghambat mitosis dan mengikat pada suatu protein, yang menghalangi apoptosis.

Obat ini digunakan khusus pada kanker ovarium dan kanker mamma yang tersebar setelah terapi dengan cisplatin gagal. Kini ternyata efektifitasnya tidak tinggi, kurang lebih 22%, dengan perpanjangan hidup dari hanya kurang lebih 3 bulan dibandingkan dengan terapi standar.

Kombinasi dengan cisplatin atau karboplatin ternyata lebih ampuh. Kombinasi dari kedua obat dengan siklofosfamida adalah lebih efektif dan kini merupakan terapi pilihan pertama. Juga kombinasi dengan obat baru penghambat topo-isomerase-1 (topotecan) adalah efektif.

Sebagai premedikasi dianjurkan pemberian deksametason (16 mg sehari) bersama antagonis histamine–H1 dan H2 guna menghindari retensi cairan, neurotoksisitas dan reaksi hipersensitivitas serius.

Percobaan pada jenis kanker lain, antara lain kanker paru yang tersebar, sedang dilakukan. Plasma t½ nya bifasis: 6,4-12,7 jam.

Efek samping utama adalah gejala myelosupresi hebat, terutama neutropenia (reversible), juga alopecia total, neuropathie, reaksi hipersensitivitas, demam dan gejala-gejala umum lainnya. Reaksi mual dan muntah hanya ringan.

Dosis: infuse i.v. 135mg/m2 sehari.