Dosis Obat Idoksuridin atau Cendrid

http://kesehatankeluarga.netIdoksuridin: IDU, Cendrid

Zat nukleosida ini memiliki struktur kimia yang mirip asam-asam amino dan DNA (1962). Berkhasiat virusstatik terhadap sejumlah virus DNA, antara lain HSV, Varicella dan Vaccinia  (cacar sapi).

Seperti zat-zat nukleosida lainnya (RT blockers) di dalam sel difosforilasi menjadi trifosfatnya yang aktif. Dengan dimasukkannya zat ini ke dalam DNA virus sebagai pengganti thymidin, replikasi virus dikacaukan.

Loading...

Keberatannya adalah sintesis DNA tuan rumah juga turut terhambat, sehingga dapat terjadi efek-efek yang merusak, terutama pada sel-sel yang membelah pesat.

Oleh karena itu IDU terlampau toksis untuk digunakan secara sistemis dan hanya di pakai secara local sebagai salep dan tetes mata pada infeksi mata oleh HSV-1 (keratitis herpetica).

Resistensi dapat timbul bila IDU digunakan terlalu lama. IDU tidak boleh digunakan oleh wanita hamil dan anak-anak kerena bersifat mutagen.

Dosis: tetes mata 0,1% siang hari 1 tetes  setiap jam, malam hari setiap 2 jam atau salep mata 0,2% sampai 3-5 hari sesudah penyembuhan.

a. Trifluridin (triflourthymidine, TFT Ophtiole) adalah derivate flour (1975) dengan khasiat dan penggunaan sama. Kerjanya lebih cepat dan ternyata lebih efektif dari IDU, mungkin dikarenakan kelarutannya yang lebih baik dalam air.

Dosis: pada H.Keratitis: tetes mata 0,1% siang hari 1-2 tetes setiap 2 jam, malam hari setiap 4 jam sampai 8 hari sesudah penyembuhan.

b. Ribavirin (virazole) adalah analog guanosin sintetis (1986) dengan khasiat terhadap banyak virus RNA dan virus DNA. Mekanisme kerjanya sama dengan IDU. Obat ini digunakan sebagai inhalasi serbuk terhadap virus Influenza, HSV, dan SARS.

Loading...