Dosis dan Efek Samping Doksorubisin

By Najwa Mahesanti Categories: Obat-Obatan

http://kesehatankeluarga.netDoksorubisin: Adriamycin RD, Adriblastina

Derivate-antrasiklin ini bersama daunorubisin, diperoleh dari biakan Streptomyces peuticus (1971). Zat ini menghambat sintesa dari RNA dan DNA, mungkin melalui daya kerjanya terhadap topoisomerase II.

Lazimnya obat ini digunakan dalam kombinasi terutama pada leukemia akut dan limfoma (non) Hodgkin, juga pada banyak tumor lainnya, misalnya kanker ovarium, bronchus dan pada kanker mamma yang tersebar (kombinasi CAF = cyclofosfamida + adriamycin + fluoruracil).

Obat ini memiliki khasiat imunosupresif. Berhubung plasma t½-nya tinggi, kerjanya lama sekali, begitu pula turunan-turunannya. Merupakan salah satu sitostatikum yang paling banyak digunakan.

Efek samping.

Sangat kardiotoksis, yakni dapat merusak otot jantung (dekompensasi irreversible). Sifat ini mungkin diakibatkan oleh terbentuknya radikal bebas yang didalam jantung tidak di inaktivir karena tidak adanya enzim katalase dengan khasiat antioksidan.

Juga bersifat myelotoksis, sering rontok rambut total (reversible), mual dan muntah-muntah, amenorrea dan neutropenia selewat. Selama terapi biasanya dilakukan monitoring ECG dan darah. Kemih dapat berwarna merah, juga pada dauno, epi dan idarubisin, pada mitoxantron urin berwarna biru hijau.

Dosis: infuse i.v. 50-75 mg/m2 sehari setiap 3 minggu.