Derivate Metotreksat

By Najwa Mahesanti Categories: Obat-Obatan

http://kesehatankeluarga.netMTX, Farmitrexat, Ledertrexat.

Derivate-pteridin ini menghambat reduksi dari asam folat menjadi tetrahydro folic acid (THFA) dengan jalan pengikatan pada enzim reduktase. THFA penting sekali bagi sintesa DNA dan pembelahan sel.

Antagonis-folat ini adalah sitostatikum pertama yang efektif pada leukemia limfe akut dan kanker chorion yang sudah tersebar dengan sekitar 80% penyembuhan. Selain itu, metotreksat banyak digunakan pula pada berbagai jenis kanker lainnya dalam dosis tinggi sebagai terapi kombinasi dengan asam folinat guna menghindarkan efek-efek sampingnya yang hebat.

Di samping efek sitostatis, MTX juga memiliki kerja antiradang pada dosis rendah. Oleh karena itu, obat ini digunakan pada terapi psoriasis (kulit bersisik) yang bercirikan pertumbuhan abnormal pesat dari sel-sel epidermis kulit.

Juga pada rematik parah yang tidak dapat dikendalikan oleh obat slow-acting. Adakalnya obat ini digunakan pula sebagai terapi pemeliharaan pada penyakit radang usus kronis, seperti colitis dan p.Crohn.

Efek-efek samping utama adalah penekanan sumsum tulang (leucopenia, thrombocytopenia), terutama hebat pada dosis diatas 25-30 mg. Selain itu juga kerusakan mukosa mulut (stomatitis) dan saluran pencernaan, tetapi jarang rasa lelah, rontok rambut dan demam.

Dosis: pada kanker tergantung dari jenis dan keadaan pasien: oral 5-30 mg sehari selama 5 hari. Setelah istirahat 2-3 minggu kur dapat diulang lagi 3-5 kali.

Tablet tak boleh diminum dengan susu. Psoriasis dan rema: oral, i.m atau i.v 15-25 mg seminggu. Pada dosis rendah ini imunosupresi adalah ringan, namun perlu dilakukan monitoring darah secara teratur.