Cara Mengobati Sendiri Batuk Berdahak

http://kesehatankeluarga.net Mukolitika

Berkhasiat melarutkan dan mengencerkan dahak yang kental sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui batuk dan sering digunakan pada bronchitis. Yang banyak sekali digunakan adalah asetilsistein (fluimucil) dan karbosistein (rhinatiol). Asetilsistein berdaya antioksidan kuat dan pada bronchitis dapat melindungi paru-paru terhadap kerusakan lebih lanjut. Karbosistein tidak menimbulkan bau/rasa yang tidak enak seperti halnya dengan asetilsistein, lagipula kurang menimbulkan rasa mual dan muntah sebagai efek samping. Bromheksin (bisolvon) meningkatkan produksi dahak yang lebih encer, efek optimalnya baru tercapai setelah beberapa hari.

Inhalasi uap

Loading...

Inhalasi uap juga bermanfaat untuk mengencerkan dan mengeluarkan dahak. Caranya adalah menundukkan kepala kurang lebih 15 cm diatas sebuah bejana dengan air mendidih dan menyelubungi kepala dengan handuk. Pada permulaan hiruplah uapnya dengan hati-hati agar muka jangan terbakar, kemudian secara lebih mendalam selama kira-kira 10 menit, 2-3 kali sehari. Inhalasi sederhana ini amat berguna tidak saja untuk mengencerkan dahak, tetapi juga untuk menghindarkan terjadinya perdangan dirongga samping hidung dan rongga telingga. Sering kali pada air panas dibubuhi sedikit minyak atsiri, misalnya minyak kayu putih atau salep vicks, guna memperkuat efeknya.

Tetes hidung

Larutan garam dapur 2% juga berkhasiat mencairkan dahak yang liat, berkat sifatnya menarik air dari sel-sel selaput lendir dan menahannya. Larutan ini dapat dengan mudah dibuat sendiri dengan melarutkan 1 sendok the penuh garam dapur dalam 1 gelas air hangat (± 4g dalam 200 cc air). Dengan sebuah pipet diteteskan 3-6 kali sehari 10-20 tetes disetiap lubang hidung. Kadang-kadang timbul perasaan mual dan muntah sebagai efek samping, dalam hal demikian sebaiknya diganti dengan larutan garam 0,9%, yaitu 1,8 g garam dalam 200 cc air.

Loading...