Cara Mengatasi Mual Pada Wanita Hamil dan Pada Pasien Kanker

Mual kehamilan.

Wanita hamil yang menderita mual dan muntah pada triwulan pertama (morning sickness) sedapat mungkin jangan minum obat karena gejala ini biasanya akan hilang dengan spontan setelah minggu ke empat belas.

Berdasarkan ini banyak wanita lebih suka mentolerir mual kehamilan supaya janinnya terbebas dari obat-obat selama triwulan pertama dari kehamilan.

Loading...

Pencegahan dapat diusahakan dengan sering mengkonsumsi makanan kering, tetapi dalam jumlah sedikit pada permulaan hari. Juga supaya dihindari bau-bauan masakan dan situasi yang membuat mual.

Tetapi bila terlalu hebat dapat minum vitamin B6 (piridoksin) 50-100 mg atau prometazin dalam dosis yang dianjurkan dokter, biasanya 1 tablet dari 10-25 mg pada pagi hari.

Menurut penelitian di Denmark (1990) serbuk jahe (4 kali sehari 250 mg) ternyata juga ampuh. Semua bayi yang dilahirkan kemudian berada dalam keadaan sehat walafiat. Di Cina sejak berabad-abad wanita hamil untuk ”mual pagi”  minum godokan dari jahe (muda) dengan cuka.

Mual pada kanker

Dalam keadaan parah, misalnya pada pengobatan kanker obat-obat tersebut kurang efektif. Tersedia obat-obat lain yang bekerja lebih kuat seperti proklorperazin (Stemetil) dan perfenazin (Avomit), serta alizaprida (Litican) dan ondansetron (Zofran).

Bila perasaan mual belum juga reda setelah dua hari, sebaiknya konsultasi pada dokter karena muntah dapat merupakan pertanda sesuatu yang serius, terutama bila muntah terus menerus atau terdapat darah.

Mual juga bisa merupakan pertanda dari serangan jantung sehingga penderita harus segera dibawa ke Rumah Sakit.

Loading...