Cara Mencegah Nyeri Otot dan Nyeri Sendi

Sejenis nyeri otot adalah nyeri setelah melakukan aktifitas berlebihan atau pada waktu berolah raga yang disebabkan oleh peredaran darah yang kurang sempurna diotot bersangkutan.

Asam susu (laktat), yang selama kegiatan terbentuk di dalam otot sebagai “zat sampah”, tidak dikeluarkan dengan lancar oleh pembuluh-pembuluh dan merupakan rangsangan nyeri yang kuat. Karena itu, gerakan pemanasan otot (warming up) sebelumnya memulai olahraga adalah penting.

Juga sering kali timbul nyeri otot sesudah gerak badan intensif. Dalam kebanyakan kasus nyeri ini disebabkan oleh pembebanan yang terlalu besar pada otot-otot, yang tidak biasa melakukan kerja berat. Akibatnya otot, urat, pitanya atau simpai sendi menjadi teregang berlebihan dan timbullah retak dan perdarahan mikro pada serat-serat otot, yang disusul oleh peradangan.

Pencegahan

Nyeri dan kaku otot akibat salesma dan flu tidak dapat dihindari, begitu pula akibat rema. Maksimal dapat diusahakan untuk menggerakkan otot-otot seintensif mungkin dengan tujuan mempertahankan kekenyalan dan kelenturannya.

Warming up

Nyeri otot akibat olahraga untuk sebagian besar dapat dicegah dengan berlatih secara teratur dan persiapan yang baik. Artinya, sebelum dimulai sebaiknya melakukan apa yang dinamakan “Warming up”, yaitu pemanasan dengan gerakan-gerakan untuk mengendurkan dan melenturkan otot (stretching).

Dengan demikian sirkulasi darah distimulasi dan dicapai peredaran darah optimal. Untuk tujuan ini sering kali juga dilakukan masase dengan obat gosok.

Setelah selesai berolahraga juga dianjurkan untuk menghindari pendinginan otot secara cepat, artinya jangan berhenti bergerak dengan mendadak.

Hendaknya berlari-lari dahulu dengan tenang untuk beberapa menit, sebelum berhenti atau duduk beristirahat. Dalam istilah olah raga cara ini disebut “Cooling Down”.

Vitamin C

Untuk menghindari nyeri dan pegal otot setelah olahraga, terutama bila sudah lama tidak berlatih, adakalanya dianjurkan minum vitamin C dalam dosis tinggi.

Menurut perkiraan vitamin C memperlancar pembuangan zat sampah asam susu yang terbentuk sebagai zat perombakan pada waktu otot digerakkan. Biasanya asam ini dikeluarkan dari otot melalui pembuluh darah.

Bila otot digerakkan terlalu lama atau terlalu intensif, akhirnya tertinggal asam yang belum dibuang. Sisa zat sampah ini turut menyebabkan keluhan-keluhan. Dosis vitamin C yang dianjurkan adalah sebagai berikut: malam sebelum olah raga 1 g, esok paginya 1 g lagi dan selesai olahraga 1g.