Cara Mencegah dan Mengobati Alergi dalam Keluarga

http://kesehatankeluarga.netPenanganan sendiri

Untuk mengatasi gejala alergi lazimnya digunakan antihistaminika, misalnya prometazin, feniramin dan deksklorfeniramin dalam bentuk tablet, sirop, tetes hidung atau tetes mata.

Obat-obat ini tersedia sebagai obat bebas terbatas. Sirop prometazin sebaiknya jangan diberikan pada anak dibawah usia 1 tahun.

Loading...

Tetes hidung dengan antihistaminika adalah demitinden (Vibricil, komb) yang terkontaminasi dengan fenilefrin. Zat terakhir ini termaksut zat penciut pembuluh, yang berdaya meringankan pembengkakan selaput lendir hidung (dan mata).

Juga ksilometazolin (otrivin) dan oksimetazolin (iliadin) termaksud kelompok zat ini.

Bila setelah satu minggu serangan alergi belum juga mereda, maka sebaiknya konsultasi pada dokter.

 Obat-obat atas resep

Antihistaminika lainnya atas resep adalah oksatomida (tinset) berkhasiat menstabilisasi mastcells sehingga sel-sel ini sulit pecah untuk melepaskan histaminnya.

Terfenadin (teldane, nadane) dan astemizol (Hismanal) memiliki sifat-sifat menguntungkan karena daya kerjanya yang panjang sehingga dapat diberikan hanya dua kali sehari.

Zat-zat ini juga hampir tidak bekerja sedative sehingga tidak menurunkan kecekatan mengendarai kendaraan.

Terhadap serangan alergi yang lebih parah, dokter dapat memberikan obat kortikosteroida dalam bentuk tablet, semprot hidung atau tetes mata.

Misalnya tablet dengan prednisone, betametason dan deksametason, semprot hidung dengan beklometason serta tetes mata dengan deksametason dan betametason.

Obat-obat tersendiri

Kromoglikat (lomusol, opticrom) adalah turunan dari suatu zat yang terdapat dalam biji saga (amni visaga). Berhasiat menstabilisasi mastcell sehingga menghindarkan pelepasan histamine dari mastcell.

Oleh karena itu sangat ampuh sebagai obat pencegah serangan asma alergis dan demam musiman. Digunakan 4 kali sehari dengan efek setelah 2-4 minggu. Tersedia sebagai serbuk inhalasi dan dalam obat tetes hidung dan mata. Sebagai efek samping dapat terjadi rangsangan mukosa hidung.

Dosis: inhalasi 4 kali sehari 1 sedotan, tetes mata/hidung 3-4 kali sehari ½ tetes larutan 2%.

  1. Ksilometazolin (otrivin).

Loading...