Berbagai Jenis Stimulus

kesehatankeluarga.netManusian dapat bereaksi terhadap berbagai jenis stimuli lingkungan. Secara garis besar berbagai stimuli tersebut dapat dikelompokan menjadi dua bagian berdasarkan asalnya sebagai berikut.

  1. Stimuli dari dalam tubuh manusia sendiri dan disebut stimuli endogenous.
  2. Stimuli dari luar tubuh manusia dan disebut stimuli exogeneus.

Stimuli Endogenous.

Stimuli endogenous dapat berupa stimuli dari kadar-kadar hormon yang diproduksi   kelenjar-kelenjar hormon tubuh sendiri, ataupun segala reaksi-reaksi biokimia yang terjadi didalam tubuh. Misalanya, didalam tubuh terdapat terlalu banyak hormon thyroid, maka metabolisme tubuh akan terjadi secara berlebihan. Tubuh akan berkeringat, terasa sering lapar, tekanan darah meninggi dan seterusnya. Kekurangan hormon insulin akan menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi, gula ini tidak dapat disimpan sebagai likogan, maka tubuh merasa sering lapar, banyak gula harus dikeluarkan melalui urin. Oleh karenanya rasa haus menjadi-jadi, dan selanjutnya. Reksi-reaksi biokimia yang terjadi didalam tubuh dan reaksi-reaksi tersebut merupkan akibat dari stimuli yang berasalkan keadaan didalam tubuh sendiri.

Loading...

Stimuli exogenous

Stimuli exogeneus berasal dari luar tubuh. Misalnya, keadaan tempratur udara yang tinggi dapat menimbulkan reaksi tubuh yang lebih banyak meneluarkan keringat. Hal ini terjadi agar tubuh tidak terpengaruh oleh keadaan yang panas tadi. Bila keadaan tersebut terjadi cukup lama, maka orang akan kekurangan cairan dan merasa haus. Stimulus ini menyebabkan terjadinya reaksi-reaksi biokimia dalam tubuh seperti halnya contoh-contoh terdahulu, yang berbeda hanyalah asal dari stimulusnya.

Stimuli exogenous berasalkan lingkungan hidup sangat banyak jumlahnya. Untuk mempermudah penelitannya orang membaginya kedalam dua kelompok berdasarkan cara kerja stimuli tersebut pada badan. Oleh karena itu didapat stimuli yang bekerja secara langsung dan yang tidak bekerja secara langsung. Stimuli yang bekerja langsung terhadap tubuh antara lain adalah sinar-sinar yang dapat menembus kulit dan menyebabkan efekpada organ-organ tubuh yang terkena penyinaran. Stimuli tak langsung dapat menimbulkan reaksi lewat puting-puting reseptor urat saraf yang ada didalam kulit, pada panca indra, dan yang lainnya yang kemudian disalurkan pada susunan saraf pusat untuk kemudian diproses dan respons disalurkan pada organ yang sesuai.

Loading...