Bagaimana Jenis Kolesterol Baik dan Kolesterol Jahat

http://kesehatankeluarga.netJenis-Jenis Kolesterol

Kolesterol sebagai komponen lemak tidak larut dalam air atau cairan dalam darah. Karena itu transpornya dalam darah terjadi sebagai bentuk butir-butir kecil yang diselubungi oleh protein tertentu (lipoprotein) untuk mencegah penggumpalan. Protein itu berfungsi sebagai zat pengelmusi butir-butir kolesterol dan lemak lainnya(trigliserida). Kolesterol diangkut kesemua jaringan dan organ tubuh melalui peredaran darah.

Kolesterol secara kimiawi hanya dikenal satu molekul, akan tetapi berdasarkan susunan dan kepadatannya, (berat jenis) kolesterol darah dapat dibagi dalam beberapa jenis. Selain kolesterol dan lipoprotein, semua jenis juga mengandung  trigliserida dan lesitin. Hanya dua dari lima jenis yang dikenal yang dianggap penting , yaitu kolesterol-HDL dan kolesterol-LDL

Loading...

Kolesterol-HDL (High Density Lipoprotein, dengan kepadatan tinggi) memiliki ukuran yang sangat kecil,besarnya mm, dengan berat jenis tinggi dan terdiri dari hanya 25%  kolesterol, 50% lipoprotein, 20% fosfolipida dan 5% lemak.

Kolesterol “baik” adalah julukan bagi  kolesterol-HDL karena dengan bantuan enzim, kolesterol ini mampu melarutkan kolesterol yang mengendap di dinding pembuluh darah. Kolesterol yang terlarut bersama kolesterol yang terdapat berlebih di jaringan lain, di angkut oleh HDL ke hati untuk di ubah menjadi asam empedu. Dengan demikian, bila darah mengandung cukup banyak HDL, maka timbulnya penyakit jantung dalam pembuluh tersebut diatas dapat dicegah.

Kolesterol-HDL (Low Density Lipoprotein dengan kepadatan rendah) memiliki berat jenis rendah, ukurannya 3-4 kali lebih besar dan mengandung jauh lebih banyak kolesterol (70%), hanya 13% lipoprotein dan 12%  fosfopolipida, serta juga  5% lemak.

Kolesterol “jahat” adalah nama julukan yang diberkan pada kolesterol –LDL. Butir-butir ini berperan dalam transpor kolesterol ke semua sel tubuh termasuk dinding pembuluh. Bila suatu saat terdapat terlalu banyak LDL dalam darah, maka sel-sel tidak dapat menyerapnya lagi dan kolesterol mengendap sebagai oksi-LDL pada dinding pembuluh nadi. Proses ini berjalan sangat lambat dan memakan waktu puluhan tahun. Dinding pembuluh akan menebal dengan endapan kolesterol, lemak dan kapur, hilang kekenyalannya dan mengeras.

Aterosklerosis (pengapuran pembuluh) adalah nama yang di berikan pada keadaan penebalan dinding pembuluh darah oleh oksi-LDL. Saluran pembuluh akan menyempit sehingga jantung menerima terlalu sedikit darah dan oksigen, lalu terjadilah keadaan sesak napas (kekurangan oksigen) yang disebut angina pectoris. Bila pembuluh jantung atau otak tersumbat seluruhnya,  maka akan terjadi apa yang disebut serangan jantung (infark) atau serangan otak (stroke)

Loading...