Apa Penyebab Dari Diare

http://kesehatankeluarga.netPENYEBABNYA

Untuk dapat lebih mengerti penyebab diare, perlu sekali untuk memahami terlebih dahulu cara kerjanya usus dan proses pencernaan.

Pada diare proses penyerapan air dari isi usus oleh dinding usus terganggu akibat adanya peradangan di selaput lendirnya. Disamping itu gerakan-gerakan usus (peristaltik) bertambah kuat yang mengakibatkan tinja dikeluarkan secara dipercepat dan masih mengandung banyak cairan.

Loading...

Keracunan makanan

 Dikenal banyak penyebab yang dapat menimbulkan keadaan demikian. Yang paling sering terjadi adalah “salah makan”, yaitu keracunan bahan makanan, seperti udang, tiram, kerang atau makanan lain yang tidak segar lagi atau disimpan terlampau lama didalam lemari es, misalnya sambal dibanyak restoran.

Obat-obat tertentu, misalnya antasida yang mengandung magnesium hidroksida dapat menimbulkan diare. Diare juga dapat timbul sebagai efek samping dari beberapa jenis antibiotika, seperti senyawa penisilin (ampisilin dan amoksilin), tetrasiklin dan kloramfenikol, yang semuanya memiliki khasiat luas sehingga tidak saja kuman penyebab penyakit, tetapi juga bakteri usus yang berguna turut dimusnahkan. Penyinaran dengan sinar rontgen terhadap suatu benjolan (tumor) di usus atau prostat dapat memicu diare.

Infeksi virus dapat menimbulkan gejala seperti flu disertai diare dan karena itu disebut influensa perut. Virus khusus ini (norovirus) merusak permukaan dinding usus sehingga sel selaput lendir tidak dapat bekerja dengan baik lagi dan menimbulkan diare. Kerapkali terjadi juga diare perjalanan (traveller’s diarrhoea), yang semula  diperkirakan berkaitan dengan perubahan makanan selama berada dinegara lain. Penyebabnya adalah bakteri Coli atau virus yang memasuki tubuh melalui makanan dan minuman.

Infeksi bakteri

lebih jarang terjadi, tetapi dapat menyebabkan diare, yang bersifat lebih berbahaya. Infeksi ini merusak dinding usus sedemikian rupa sehingga timbul diare yang disertai demam dan / atau lendir / darah dalam tinja. Sebagai contoh dapat disebut disentri amuba (entamoeba), disentri basiler (shigella), tifus/paratifus (salmonella) dan kolera (Vibrio). Kuman-kuman ini dapat menembus selaput lendir usus, dimana terbentuk zat-zat racunnya (toksin), amoeba juga dapat menjalar ke organ-organ lain. Toksin inilah yang setelah diserap kedalam aliran darah, menimbulkan gejala demam, nyeri kepala, mual dan muntah.

Akibat penyakit.

Selain itu terdapat beberapa jenis penyakit, yang menyebabkan diare sebagai salah satu gejalanya, antara lain penyakit cacing (gelang dan pita), peradangan dinding usus kecil/besar serta kanker usus besar dan pankreas.

Akibat alergi makanan.

Selanjutnya dikenal diare akibat alergi terhadap bahan makanan, misalnya kepekaan berlebihan (hipersensitif) terhadap lemak atau suatu protein dari gandum. Alergi susu, khususnya terhadap gula susu (laktosa) sering timbul, yang disebabkan oleh tidak adanya enzim laktase dalam tubuh yang mampu menguraikannya. Penderita harus pantang makanan yang mengandung laktosa, yakni kebanyakan produk susu, kecuali yoghurt dan kwark.

Akibat emosi.

Akhirnya diketahui pula beberapa keadaan emosional sebagai penyebab diare, misalnya gelisah, ketegangan dan perasaan takut.

Loading...