8 FUNGSI DATA KESEHATAN MASYARAKAT

kesehatankeluarga.netData kesehatan ini biasanya diolah dengan menggunakan statistik vital dan dipergunakan untuk berbagai keperluan sebagai berikut:

1.Penentuan taraf kesehatan suatu daerah
Di setiap daerah dikumpulkan dan diolah data kesehatan dengan cara yang sama. Data kesehatan dari seluruh Indonesia ini pada akhirnya terkumpul di Departemen Kesehatan R.I., diolah lagi sehingga didapat data kesehatan tingkat nasional. Data yang terkumpul tadi dapat diperbandingkan satu dengan yang lain, sehingga dapat diketahui taraf kesehatan disetiap daerah.

2.Penentuan dampak suatu kegiatan atau proyek terhadap kesehatan masyarakat.
Perbedaan, kalau ada, antara data kesehatan sebelum dan sesudah proyek dilaksanakan akan memperlihatkan hasil suatu kegiatan. Ada kegiatan yang berhasil guna, ada yang kurang berhasil ataupun ada yang tidak berhasil. Jadi data disini mempunyai peran sebagai umpan balik suatu proyek.

Loading...

3.Justifikasi suatu kegiatan
Suatu usulan kegiatan selalu didasarkan atas adanya masalah kesehatan masyarakat yang ditunjukkan oleh data. Usulan dapat diterima apabila justifikasi proyek tadi dapat dibenarkan atau diterima oleh pemberi dana. Misalnya, usulan untuk pengadaan air bersih disuatu daerah dapat diterima apabila didaerah tersebut terdapat insidensi penyakit bawaan air yang tinggi. Dengan memberi penyediaan air bersih dapat diharapkan bahwa angka penyakit tadi dapat turun.

4.Penentuan cara pendekatan masyarakat
Untuk dapat memulai suatu kegiatan kesehatan, petugas kesehatan harus dapat menentukan cara pendekatan pada masyarakat yang terbaik, sehingga kegiatannya bisa mendapat dukungan dari masyarakat . untuk itu diperlukan data tentang keadaan kependudukan, keadaan sosial ekonomi, taraf pendidikan, kebiasaan, kepercayaan, media masa yang tersedia, tokoh masyarakat yang ada, dan tempat-tempat yang dapat digunakan untuk mengadakan komunikasi dengan masyarakat. Misalnya, apabila sebagian besar masyarakat adalah petani, atau pegawai, maka apabila dikehendaki adanya pertemuan dengan masyarakat, maka perlu ditentukan waktu yang tidak mengganggu pekerjaan mereka.

5.Penentuan kebutuhan akan pendidikan
Data penyakit atau kematian disuatu daerah dapat menjadi petunjuk diperlukannya suatu penelitian yang mendalam. Misalnya, penyakit minamata, diketahui orang dari angka statistik. Di daerah minamata, ternyata terdapat bayi lahir dengan cacat dalam jumlah melebihi angka rata-rata nasional. Atas dasar itu, dilakukan penelitian yang seksama tentang penyebab cacat bawaan ini. Dari penelitian ternyata, bahwa terjadi keracunan pada janin karena ibu memakan ikan yang mengandung air raksa (Hg) dalam jumlah yang besar. Sejak itulah orang mengetahui bahwa ada penyakit minamata, atau keracunan janin oleh Hg yang berasal dari makanan. Sumber Hg ternyata adalah pabrik yang telah bertahun-tahun membuang merkuri kedalam perairan. Jadi, data penyakit memberi indikasi adanya kebutuhan akan penelitian.

6.Penentuan pola penyakit
Data kesehatan antara lain merupakan data penyakit. Catatan seri waktu (time series) mengenai angka penyakit ataupun sebab kematian dapat memperlihatkan kecenderungan angka penyakit tadi. Jenis-jenis penyakit mana yang didapat paling banyak, apakah ada kecenderungan yang menaik atau menurun. Apabila data angka penyakit ini digrafikkan, maka akan tampak pola penyakit di suatu daerah ataupun negara.
Sebagai contoh, data penyakit di Indonesia saat ini menunjukkan bahwa penyakit yang terbanyak didapat adalah penyakit menular, terutama penyakit saluran pernafasan dan saluran pencernaan. Keadaan penyakit seperti ini sangat ditentukan oleh keadaan sosial, ekonomi, dan adat kebiasaan masyarakat.

7.Penentuan usaha kesehatan yang diperlukan
Dari pola penyakit dapat diketahui permasalahan kesehatan yang paling menonjol di suatu daerah. Dengan demikian dapat ditentukan usaha kesehatan apa yang perlu dilakukan dan kegiatan apa pula yang diprioritaskan.

8.Penentuan sarana dan prasarana.
Dari pola penyakit dapat pula diketahui sarana dan prasarana apa saja yang diperlukan untuk melakukan usaha kesehatan. Selain itu dapat pula dilihat bahwa sarana dan prasarana akan berubah dengan berubahnya pola penyakit. Mungkin saja bahwa saat ini diperlukan adanya rumah sakit Tuberculosa, tetapi dengan terjadinya perubahan pola penyakit , rumah sakit tadi tidak lagi diperlukan, dan harus berubah fungsi, misalnya menjadi rumah sakit kanker.

Loading...