3 Jenis Nyeri Kepala

http://kesehatankeluarga.netNyeri kepala

Nyeri kepala sering kali merupakan suatu keluhan tambahan pada demam (tinggi), misalnya pada influenza atau pilek. Nyeri ini biasanya tidak lama dan hilang dengan sendirinya bila infeksi sudah sembuh. Begitu pula pada radang rongga samping (rongga dahi dan rongga rahang atas), yang sering kali timbul sesudah pilek. Kepala terasa seperti hampa dengan nyeri, terutama diatas mata atau sekitar hidung. Sakit kepala ini akan lenyap bila peradangan rongga tersebut sembuh.

Kita harus waspada bila nyeri kepala disertai muntah dan tengkuk kaku, sampai dagu tidak bisa ditundukkan sampai kedada. Gejala-gejala ini menunjukkan kemungkinan adanya radang selaput otak (meningitis), yang terutama diderita oleh anak kecil. Bila infeksi kuman ini tidak segera diobati (dengan antibiotika), maka sering kali bersifat fatal!

Loading...

1. Nyeri kepala kronis.

Lain halnya apabila nyeri berkepanjangan dan tidak bisa sembuh atau terus menerus kambuh lagi dan menjadi menahun. Hal ini dapat menandakan adanya suatu gangguan yang lebih serius. Kurang lebih 90% dari nyeri kepala menahun diperkirakan karena pengerutan otot didaerah kepala akibat ketegangan, maka biasanya disebut nyeri kepala tegang. Hanya sebagian kecil disebabkan oleh pelebaran pembuluh nadi (vasodilatasi di satu sisi pelipis), seperti pada migren dan nyeri kepala “cluster”.

2. Nyeri kepala “cluster” (=kelompok)

Adalah nyeri kepala kronis yang seperti migren, sering kali timbul sebagai serangan pada satu sisi dari kepala dan biasanya disekitar atau di belakang sebelah mata. Muka menjadi sangat merah, lamanya serangan agak singkat (1-2 jam) dan dapat timbul beberapa kali sehari, terutama waktu malam dan secara teratur pada waktu yang sama. Keadaan ini berlangsung beberapa minggu sampai beberapa bulan. Akhirnya nyeri kepala adakalanya hilang secara spontan selama bertahun-tahun, sampai suatu waktu timbul kembali satu rangkaian (kelompok, cluster) serangan baru. Terutama kaum pria (90%) usia 20-40 tahun menderita penyakit ini, tetapi tidak sering terjadi dan diperkirakan tidak bersifat menurun. Biasanya penderita adalah perokok berat.

3. Nyeri pada bagian muka

berupa nyeri di sebelah atau di seluruh muka, yang menurut perkiraan juga disebabkan oleh pelebaran pembuluh. Sering kali nyeri dirasakan terus-menerus dan sewaktu-waktu diperhebat oleh serangan-serangan, seperti tertusuk-tusuk jarum. Disamping itu masih dikenal nyeri pada muka yang jarang tertentu (trigeminus neuralgia), yang sebaiknya tidak diobati sendiri, seperti halnya dengan nyeri kepala cluster dan migren hebat.

Loading...