18 POKOK KEGIATAN USAHA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Kesehatankeluarga.netUntuk berbagai negara permasalahan kesehatannya akan berbeda, dan oleh karena itu, disamping the basic six ini didapat pula usaha yang khas bagi masing-masing negara. Usaha kesehatan masyarakat di Indonesia, selain terdiri atas “the basic six”, juga ditambah dengan usaha-usaha lainnya yang dirasa perlu. Didalam UURI no 23, 1992,Bab V pasal 11, tertulis bahwa upaya kesehatan dilaksanakan melalui 15 kegiatan sebagai berikut:
(a) kesehatan keluarga,
(b) perbaikan gizi,
(c) pengamanan makanan dan minuman,
(d) kesehatan lingkungan,
(e) kesehatan kerja,
(f) kesehatan jiwa,
(g) pemberantasan penyakit,
(h) penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan,
(i) penyuluhan kesehatan masyarakat,
(j) pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan,
(k) pengamanan zat aditif
(l) kesehatan sekolah,
(m) kesehatan olah raga
(n) pengobatan tradisional, dan
(o) kesehatan matra.
Kesemua ini perlu dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan agar dapat memecahkan permasalahan kesehatan yang dihadapi.
Mulai pelita V kegiatan pokok yang tadinya ada 15 dinaikkan menjadi 18 sebagai berikut:
• Kesejahteraan ibu dan anak
• Keluarga berencana
• Gizi
• Kesehatan lingkungan
• Pemberantasan penyakit
• Penyuluhan kesehatan
• Pengobatan dan penanggulangan kecelakaan
• Perawatan kesehatan masyarakat
• Usaha kesehatan sekolah
• Kesehatan gigi dan mulut
• Kesehatan jiwa
• Pemeriksaan laboratorium sederhana,
• Pencatatan dan pelaporan
• Kesehatan mata
• Kesehatan olah raga
• Kesehatan pekerja non formal
• Pembinaan pengobatan tradisional
• Peningkatan upaya dana sehat masyarakat.
Dari daftar usaha dasar ini semakin jelas diperlukannya kerja multidisiplin di bidang kesehatan. Misalnya, program untuk kesehatan lingkungan akan memerlukan ahli rekayasa di bidang air bersih, limbah, lingkungan kerja, udara, dan lain-lainnya. Penyuluhan akan memerlukan penyuluh dan keikut sertaan tokoh masyarakat; penggulangan kecelakaan antara lain memerlukan tenaga ahli mesin ataupun listrik, untuk berbagai peralatan bermotor, atau tenaga ahli jalan, pemukiman, perindustrian, ahli kimia, ahli pertanian, pengatur lalu lintas, dan pendidik pengguna jalan dan kendaraan bermotor.

Loading...